Home Hukum dan Kriminal Polres Karanganyar Amankan Pelaku Penipuan CPNS

Polres Karanganyar Amankan Pelaku Penipuan CPNS

image

Karanganyar, 19/6 (Beritajateng.net) – Pelaku penipuan dengan modus bisa masuk sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berhasil dibekuk Satuan Reserse (Reskrim) Polres Karanganyar.

SNR alias OLK (44) warga Dukuh Pengin Lor, Rt 03, Rw 09 Desa Macanan, Kebakkramat, Karanganyar diamankan petugas karena terlibat kasus penipuan CPNS.

Penangkapan SNR berdasarkan laporan dari korban yang berinisial MP (44) warga Dukuh Geneng Kwangsan Rt 01 RW 07 Desa Kwangsan, Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah yang mengaku  telah menyerahkan uang sebanyak Rp 2.826.000 kepada pelaku.

Dalam keterangan persnya Kanit II Krimsus Polres Karanganyar Iptu Suwandi menjelaskan penipuan tersebut berawal dari janji SNR yang mengaku bisa meloloskan seseorang menjadi PNS karena memiliki kenalan sesorang di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.

Karena itulah pada periode  12 Januari 2011 sampai dengan 30 Mei 2013 lalu, korban sudah menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka agar bisa lolos menjadi PNS .

“Pelapor juga membawa data 66 orang lainnya yang juga sudah menyerahkan uang agar bisa menjadi PNS. Namun hingga saat ini tidak ada yang jadi PNS,” jelas  Suwandi di Mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (19/6).

Iptu Suwandi juga menyebutkan kisaran uang yang diberikan korbannya kepada SNR tergantung dari strata pendidikan. Untuk  tingkat SMA uang diberikan mulai Rp 25 juta – Rp 50 juta. Sarjana jauh lebih mahal lagi.
Saat ini pihak kepolisian masih memburu salah satu tersangka yang juga sebagai jaringan dari SNR.

Sedangkan barang bukti yang diamankan antara lain  buku tabungan bank swasta atas nama SNR dan  buku rekapitulasi pengiriman data tenaga honorer kategori I dan kategori II menjadi calon pegawai negeri sipil tahun anggaran 2014/2015 Jawa Tengah.

“Juga 17 lembar kwitansi penyerahan uang dari pelapor terhadap terlapor. Dua lembar bukti transfer dari bank BCA ke nomer rekening terlapor,” lanjutnya.

Tersangka dijerat dengan  pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (BJ24)