Home Nasional Polres Imbau Masyarakat Tidak Konvoi

Polres Imbau Masyarakat Tidak Konvoi

Painan, Sumbar, 31/12 (Beritajateng.net) – Kepolisian Resor (Polres) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mengimbau masyarakat agar tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor pada perayaan malam pergantian tahun 2014 ke 2015.

“Kemudian bagi masyarakat yang hendak membuat acara hiburan organ tunggal pada malam pergantian tahun nanti, kita minta agar mengurus izin keamanan ke Kepolisian setempat, ” kata Kepala Polres Pesisir Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Toto Fajar Prasetyo di Painan, Rabu.

Untuk melakukan pengamanan malam pergantian tahun 2014 ke 2015 Polres setempat mengerahkan sebanyak 273 person(i)el gabungan dalam kegiatan “Operasi Lilin” yang digelar selama 10 hari mulai 23 Desember 2014.

Personel gabungan tersebut terdiri dari Kepolisian (Polri) sebanyak 220 person(i)el, TNI 10 Person(i)el, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Perhubinforkom) 10 person(i)el, Dinas Kesehatan sebanyak 10 person(i)el, Satpol PP 10 Person(i)el, Dinas Pekerjaan (PU) sebanyak lima orang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak lima Person(i)el.

Dalam melakukan pengamanan tahun baru, Polres membagi menjadi dua jenis pengamanan atau waktu yakni sebelum dan sesudah 1 Januari 2015. Namun pengamanan khusus akan dilakukan pada malam pergantian tahun, sebab pada malam tersebut tingkat kerawanan keamanan diprediksi sangat tinggi.

Khusus Kepolisian, Polres setempat menempatkan person(i)elnya di tiga pos pengamanan yakni Pos Pantai Carocok Painan, Bukit Langkisau (Kecamatan IV Jurai) dan Pos Pelabuhan Panasahan Painan. Semua pos berada di Kecamatan IV Jurai karena lokasi tersebut selain di pusat kabupaten juga ramai dikunjungi banyak wisatawan.

Sedangkan bagi Satuan Intel, Polres mengerahkan person(i)elnya ke semua daerah, target utama pada lokasi-lokasi rawan gangguan keamanan. Tujuannya agar berbagai gangguan keamanan dan ketertiban di tingkat masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.

Sedangkan untuk mengantisipasi berbagai risiko bencana yang bakal terjadi pada pergantian tahun itu, polres setempat bekerjasama dengan instansi terkait sesuai tugas dan fungsinya.

Kebiasaan masyarakat kabupaten setempat dalam merayakan tahun baru sudah berlangsung sejak lama. Mereka (masyarakat) melakukan kegiatan hiburan diberbagai tempat, mulai mengadakan kemping di objek-objek wisata pantai hingga pinggir sungai.

Bahkan pada malam pergantian tahun tersebut, masyarakat selalu melakukan pesta kembang api. Kegiatan itu juga harus mendapat pengawasan ketat dari petugas keamanan karena rawan terhadap terjadinya gangguan keamanan, baik keributan antar sesama warga maupun terhadap kebakaran. (Ant/BJ)