Home Headline Polres Demak Gandeng Mahasiswa Ciptakan Suasana Kondusif

Polres Demak Gandeng Mahasiswa Ciptakan Suasana Kondusif

236
Polres Demak Berdialog dengan Mahasiswa terkait aspirasi santun saat unjukrasa.

“Sampaikanlah aspirasi dengan santun dan bermartabat tanpa ada yang dirugikan”

Demak, 24/10 (BeritaJateng.net) – Aksi penolakan terhadap pengesahan omnibus law yang berujung pada pengerahan aksi massa yang dilakukan oleh mahasiswa beberapa waktu lalu hingga berakhir anarkis di berbagai daerah di Indonesia yang seharusnya tidak perlu terjadi mengingat masyarakat kecillah yang dirugikan.

Untuk menekan terjadinya aksi  berujung tindakan yang kurang terpuji tersebut, jajaran Kepolisian Polres Demak mengajak seluruh element mahasiswa untuk berdialog dan berdiskusi bersama membahas masalah UU Cipta Kerja dengan santun dan damai.

Menurut Kapolres Demak, AKBP Andhika Bayu Adhittama pada acara silaturahmi yang diadakan di Reins Cafe Demak, mengajak mahasiswa untuk dapat menyampaikan aspirasi dengan cara elegan.

“Saat ini memang masih banyak aksi yang menolak Pengesahan RUU Cipta kerja, kami pahami itu. Namun, kami berpesan kepada mahasiswa semuanya, agar tidak ikut terprovokasi. Apabila ingin menyampaikan aspirasi, lakukan unjuk rasa secara elegan,” pinta Kapolres Demak.

AKBP Andika juga berpesan agar mahasiwa yang sedang menimba ilmu di Demak, dapat menghindari kegiatan anarko dan lebih memilih berfokus pada masa depan.

Senada dengan, Kapolres, Dandim 0716/ Demak, Letkol Inf M Ufiz, juga menyampaikan agar mahasiswa melakukan bahwa lakukan unjuk rasa dengan cara yang elegan, serta mengingatkan bahwaTNI-POLRI adalah unsur negara yang paling bisa bersinergi.

“Kami bertugas hanya untuk melindungi aset negara, maka jangan sampai para Mahasiswa ikut terperangkap dalam aksi turun di jalanan,” ucap Dandim 0716/Demak.

Sementara itu Ketua HMI Demak, Ali Wendi,  menyampaikan bahwa HMI sebelum melakukan pergerakan selalu melakukan introspeksi diri dan selalu mempertimbangkan adanya peluang peluang penyusupan oleh oknum tertentu.

“Kami berharap dari pihak keamanan untuk tidak terlalu alergi dengan adanya gerakan dari para mahasiswa, karena pergerakan kami merupakan kontrol sosial dan kami jamin Demak akan selalu aman dan kondusif,” tutup Ali Wendy. (BW/El)