Home Hukum dan Kriminal Polres Cilacap Tangkap Kawanan Pencuri Spesialis Sekolah

Polres Cilacap Tangkap Kawanan Pencuri Spesialis Sekolah

(ilustrasi)
(ilustrasi)

Cilacap, 11/11 (BeritaJateng.Net) – Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, menangkap kawanan pencuri yang biasa menyatroni gedung-gedung sekolah dan mengamankan beberapa barang bukti hasil curian serta mobil sewaan yang digunakan untuk mencuri.

 

“Kawanan pencuri ini terdiri dua eksekutor dan seorang penadah,” kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Andry Triaspoetra didampingi Kepala Subbagian Humas Ajun Komisaris Polisi R. Bintoro Wasono di Cilacap, Selasa (11/11).

 

Dalam hal ini, kata dia, dua orang yang bertindak sebagai eksekutor, yakni Tata Supriyatna (43), warga Desa Cikalang, Kecamatan Talang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Wiwid Widiarto (37), warga Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

 

Sementara yang bertindak sebagai penadah bernama Usep Mulyana (41), warga Kelurahan Keloa, Kecamatan Pase, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa penangkapan terhadap tiga tersangka tersebut berdasarkan kasus pencurian di Sekolah Dasar Negeri Padang Jaya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada tanggal 5 November 2014.

 

“Setelah menerima laporan pencurian di SDN Padang Jaya, kami segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat menangkap para tersangka. Kami masih mengembangkan kasus tersebut karena tidak menutup kemungkinan mereka juga yang melakukan pencurian di sekolah-sekolah lain,” katanya.

 

Saat ditanya wartawan, salah seorang tersangka, Tata Supriatna mengaku aksi pencurian bersama Wiwid Widiarto itu dilakukan pada malam hari dengan sasaran gedung-gedung sekolah dasar.

 

“Pada malam hari dan hanya gedung-gedung SD,” katanya.

 

Menurut dia, aksi pencurian itu dilakukan dengan cara merusak pintu dapur sekolah menggunakan linggis dan selanjutnya masuk ke ruang kantor untuk mengambil satu unit monitor “liquid crystal display” (LCD) merek AOC berukuran 19 inch, satu unit monitor LCD merek AOC ukuran 16 inch, dan satu unit proyektor merek Panasonic.

 

Selanjutnya, dia membawa barang-barang hasil curian itu keluar dan menelepon Wiwid yang menunggu di mobil sewaan. Setelah Wiwid datang, barang-barang barang hasil curian itu diangkut ke mobil yang mereka sewa dari seorang warga Kota Banjar, Jawa Barat.

Sementara itu, Wiwid mengatakan bahwa barang-barang hasil mencuri di SDN Padang Jaya tersebut belum sempat dijual.

 

“Saat saya datang mendekati Tata, dia sudah membawa barang-barang hasil curian dan selanjutnya dimasukkan ke mobil, saya diantar pulang, sedangkan barang-barang itu dibawa Tata. Kemudian keesokan harinya berangkat lagi, namun belum berhasil mengambil barang sudah ketahuan orang dan begitu mau pulang jalannya dihadang pakai bangku sehingga tertangkap polisi,” katanya.

 

Tersangka lainnya, Usep Mulyana mengaku dua kali membeli barang-barang hasil curian dari Tata dan Wiwid berupa monitor LCD. Menurut dia, pembelian barang-barang itu dilakukan dengan cara jemput bola.

 

“Saya dihubungi, ditelepon, lalu saya datang menemui mereka,” katanya.

 

Terkait kasus tersebut, Tata dan Wiwid terancam hukuman tujuh tahun penjara sesuai Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP, sedangkan Usep terancam hukuman empat tahun penjara sesuai Pasal 480 KUHP. (ant/pri)