Home Hukum dan Kriminal Polres Boyolali Selidiki Peredaran Uang Palsu

Polres Boyolali Selidiki Peredaran Uang Palsu

431

image

Boyolali, 4/12 (Beritajateng.net) – Kepolisian Resor Boyolali melakukan penyelidikan peredaran uang palsu yang digunakan untuk transaksi jual-beli, terkait adanya laporan korban Candra Aji Prabowo (24) warga Dukuh Platen, Desa Sawahan, Juwiring, Klaten, yang tertipu.

Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasat Reskrim AKP Parwanto, di Boyolali, Kamis, mengatakan, bahwa korban Candra Aji Prabowo menjual sepeda motornya Honda Vario warna merah buatan 2012 dibayar dengan uang palsu, dan kerugian Rp11,950 juta.

Menurut Parwanto, korban ditipu oleh pelaku dengan dibayar uang recehan Rp100 ribu sebanyak 67 lembar dan Rp50 ribu sebanyak 105 lembar. Korban transaksi dengan pelaku di warung bakso Kadipolo depan RSU Pandan Arang, Boyolali, Selasa (2/12), sekitar pukul 20.00 WIB.

“Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Boyolali, Rabu (3/12). Kami hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku pengedar uanga palsu itu,” kata Parwanto.

Menurut Parwanto, peristiwa tersebut berawal dari korban yang hendak menjual sepeda motornya Honda Vario yang ditawarkan melalui situs belanja online, dan dengan mencantumkan nomor telepon selulernya.

Pelaku yang hendak membeli sepeda motor korban kemudian menghubungi melalui telepon selulernya. Keduanya melakukan pertemuan di warung bakso Kadipolo atau depan RSU Pandan Arang, Boyolali, pada Selasa (2/12) malam.

Korban dan pelaku saling tawar-menawar, dan akhirnya sepeda motor dilepas dengan harga Rp11,950 juta. Pelaku menyerahkan uangnya kepada korban kontan recehan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

Korban sempat curiga uang yang diserahkan oleh pelaku, tetapi dia menyakinkan dengan mengajak korban menghitung ke Polsek terdekat. Korban akhirnya percaya dan menerima uang dari pelaku.

Namun, pelaku berlagak tergesa-gesa meninggalkan korban, setelah dia menerima telepon penting yang katanya istrinya sedang melahirkan. Pelaku langsung kabur dengan membawa sepeda motor dan surat-suratnya komplit.

Korban tidak melihat secara jelas apakah uang tersebut palsu atau tidak karena kondisi lokasi pembayaran pembelian sepeda motor agak gelap pada malam hari.

Korban kemudian pulang ke Juwiring Klaten dan Rabu (3/12) pagi, setelah uang dicek seluruhnya palsu. Korban kemudian melaporkan kejadian itu, ke Polres Boyolali.

“Korban saat dimintai keterangan tidak mengetahui identitas pembeli sepeda motornya, karena keduanya tidak saling mengenal. Sebanyak 105 lembar uang kertas palsu pecahan Rp50 ribu dan 67 lembar pecahan Rp100 ribu kisat sita sebagai barang bukti,” katanya.

Menurut dia, puluhan lembar uang palsu tersebut sepintas memang tidak kelihatan karena kertasnya halus, tetapi cetaknya kelihatan kasar dan berbeda dengan aslinya.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati melakukan transaksi dengan orang yang belum dikenal terutama pada malam hari adanya peredaran uang palsu.(ant/pj)