Home News Update Politisi Senior PAN Pertanyakan Kembalinya Sutrisno Bachir

Politisi Senior PAN Pertanyakan Kembalinya Sutrisno Bachir

Ahmad Farhan Hamid, Politisi Senior PAN
Ahmad Farhan Hamid, Politisi Senior PAN
Ahmad Farhan Hamid, Politisi Senior PAN

Jakarta, 21/2 (BeritaJateng.net) – Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Farhan Hamid mempertanyakan kembalinya pengusaha Sutrisno Bachir ke dalam partai yang telah ditinggalkannya beberapa waktu silam.

“Kalau mas Tris (Sutrisno Bachir) mau ikut bersama membesarkan partai kita terima kasih. Tapi hampir seluruh pengurus saat ini ingat pernyaatan dia yang menggusarkan hati dan berbolak-balik,” kata Farhan di Jakarta, Jumat malam.

Sebelumnya Sutrisno Bachir menyatakan sikap mendukung majunya Politisi PAN Zulkifli Hasan sebagai calon ketua umum pada Kongres IV PAN akhir bulan ini. Sutrisno juga menyebut dirinya kembali “turun gunung” untuk menyukseskan kemenangan Zulkifli Hasan.

Menurut Farhan, pernyataan Sutrisno itu patut dipertanyakan, sebab pada kongres PAN sebelumnya di Batam, yang bersangkutan dengan jelas menyatakan mengundurkan diri dari PAN.

“Hampir seluruh pengurus saat ini juga ingat pernyataan pak Tris yang menggusarkan hati, misalnya saat dulu beliau menjanjikan gedung perkantoran yang akan dihibahkan ke PAN tapi dibatalkan,” kata dia.

Mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 itu menilai, prinsip berbolak-balik yang ditampilkan Sutrisno tidak memberikan pendidikan baik bagi kader PAN.

“Seandainya mau kembali membangun PAN itu bagus, kader senang. Banyak pengusaha yang menjadi politisi bagus, tapi kalau menggunakan pola pedagang yang hanya ambil untung itu berbahaya,” kata dia.

Kongres PAN dijadwalkan berlangsung 28 Februari hingga 3 Maret 2015 di Bali. Sejauh ini terdapat dua calon ketua umum antara lain Hatta Rajasa selaku calon petahana dan Zulkifli Hasan.

Menurut Farhan, Hatta Rajasa masih dibutuhkan PAN untuk kepemimpinan mendatang, mengingat Hatta memiliki banyak pengalaman dari berbagai tingkatan mulai dari jabatan penting di internal partai, parlemen, menjadi menteri di dua era kabinet, hingga dalam kompetisi pilpres. (ant/BJ)

Advertisements