Home Headline Polisi Tetapkan  20 Tersangka Kasus Pabrik Pembuat Pil PCC di Semarang dan...

Polisi Tetapkan  20 Tersangka Kasus Pabrik Pembuat Pil PCC di Semarang dan Solo

243
0
Polisi Tetapkan  20 Tersangka Kasus Pabrik Pembuat Pil PCC di Semarang dan Solo
          Semarang, 6/12 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Daerah Jawa Tengah  telah menetapkan 20 orang tersangka dalam kasus Pabrik pembuatan pil pcc di Dua lokasi di Jawa Tengah yakni Semarang dan Solo yang di gerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Minggu (3/12) lalu.
         Kabid Humas Polda Jateng AKBP Agus Triatmaja menjelaskan sebanyak dua puluh orang ditetapkan sebagai tersangka di dua lokasi pengrebegan pabrik pembuat pil pcc di Solo dan di Semarang.
          Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) Semarang terdapat 13 orang, sedangkan sisanya 7 orang dari TKP Solo hingga keseluruhan sementara mencapao 20 tersangka.
           Menurutnya, 20 orang tersangka tersebut diantaranya Ronggo Pemilik, Joni pelaksana tugas di Semarang, sedangkan Wildan pelaksana tugas di pabrik yang berada di Solo.
             “Kedua pabrik Pil PCC ilegal itu ada pelaksananya. Joni pelaksana pabrik di Semarang, sedangkan Wildan pelaksana pabrik di Solo dan Ronggo sebagai pengendalinya,” ujarnya, Selasa. (5/12)
           Para tersangka itu, saat ini telah diamankan di Mapolda Jateng dan kasus tersebut  ditangani oleh Ditresnarkoba Polda Jateng.
          Seperti diketahui sebanyak 13 juta butir Pil PCC ilegal teah diamankan oleh petugas gabungan BNN dan Polri dalam operasi yang digelar di Jateng. Pabrik tersebut digerebek di dua lokasi di Semarang di Jalan Halmahera Raya Nomor 27 dan Solo lokasinya di Jalan Setiabudi.
            Pabrik pil PCC Ilegal yang digerebek aparat Kepolisian Polda Jateng dan BNN di jalan Halmahera Raya nomor 27 Semarang, ternyata mampu memproduksi pil sebanyak 9 juta butir, sehingga keuntungan yang diperoleh sangat besar mencapai senilai Rp 2,7 miliar setiap bulannya.
            Mesin produksi pabrik itu cukup modern hingga memiliki kapasitas dalam satu menit bisa menghasilkan 35 butir pil PCC, sehingga tidak heran jika mereka mampu mengeruk keuntungan dari penjualan pila haram tersebut.
          Pil hasil diproduksinya ada yang dikemas menjadi strip obat dan ada pula yang dibiarkan berupa butiran. Pil PCC beda kemasan pun beda harga jualnya, bahkan setiap satu strip berisi 10 butir dijual seharga Rp30.000, sedangkan yang tanpa kemasan, dijual tiap butirnya hanya Rp1.000. Umumnya pembelinya agen-agen besar. (Nh/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here