Home Headline Polisi Tembak Pelaku Pencurian Uang Nasabah Dengan Modus Mengganjal Mesin ATM

Polisi Tembak Pelaku Pencurian Uang Nasabah Dengan Modus Mengganjal Mesin ATM

432

Semarang, 26/02 (Beritajateng.net) – Tim Resmob Polrestabes Semarang, meringkus Komplotan pelaku pencurian uang nasabah bank, dengan modus mengganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Para pelaku masing-masing bernama, Agus Sunarto alias Pak Haji, warga Serang, Banten, Saepul hayat, warga Majalengka, Jawa Barat, serta Dafrisan Mukhlis, warga Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.

“Dari aksinya di 17 tkp di wilayah kota semarang, termasuk di wilayah solo dan pekalongan, komplotan ini telah berhasil meraup uang lebih dari 250 juta rupiah, milik nasabah bank”, Ungkap AKBP. Asep Mauludin, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang

Sementara dua orang lainya yaitu Amrullah dan Hariri hingga kini masuk dalam DPO. Dua dari tiga tersangka, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki, saat proses penangkapan.

Para pelaku melakukan pencurian dengan cara mengganjal atm sebuah bank kemudian menukar kartu atm milik korban dengan berpura pura membantu. Saat korban terpedaya, pelaku pun menguras isi atm korban, dengan cara memindah bukukan atau mentransfer uang, ke rekening para pelaku.

“Ketiga pelaku ini, kali terakhir melakukan aksinya di ATM Baml Mandiri SPBU Kaligawe Kota Semarang. Seorang wanita yang menjadi korbannya, kehilangan uang lebih dari 11 juta rupiah”, ujarnya

Mereka bertiga ini mempunyai peran masing-masing. Ada yang bertugas mengganjal mesin atm sebelah kanan menggunakan tusuk gigi, ada yang mengintai nomor pin korban.

Selama satu tahun melakukan aksinya kawanan ini menyasar korban secara acak, sedangkan spbu menjadi sasaran untuk melakukan kejahatan karena dianggap paling aman oleh pelaku.

“ dari jarak 2 sampai 3 meter,kita lihat nomor pin korban, bisanya beraksi di spbu yang banyak orang hilir mudik dan tidak banyak orang curiga”, ungkap salah satu pelaku Dafrisan Mukhlis

Hingga kini ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan dan akan dijerat dengan pasal 363 kuhp dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(NH/BJ)