Home Hukum dan Kriminal Polisi Selidiki Kasus Perampokan Warung

Polisi Selidiki Kasus Perampokan Warung

Semarang, 22/12 (BeritaJateng.net) – Polisi terus lakukan pemeriksaan dan penyelidikan atas kasus perampokan yang terjadi di sebuah warung ‘nasi kucing’ yang berada di Jalan Parang Kembang, Tlogosari, Semarang. Hal itu diutarakan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin.

“Kita masih selidiki kasus perampokan tersebut, dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk dua karyawan di tempat itu, yakni Muh Mustaan (18) dan Rizal (18),” kata Burhanudin, Selasa (22/12).

Sebelumnya diberitakan, peristiwa perampokan itu menimpa seorang warga jalan Simongan No 15, Semarang bernama Riani (47).

Warung miliknya yang berada di Jalan Parang Kembang, Tlogosari, Semarang dirampok oleh kawanan pelaku pada hari Kamis (17/12) lalu sekira pukul 02.00 WIB.

Saat itu, dua orang bernama Muh Mustaan (18) dan Rizal (18) yang merupakan pekerja di tempat tersebut, seperti biasa tengah bersiap untuk menutup warung.

Ketika akan meninggalkan warung, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan segerombol orang dengan menggunakan sepeda motor. Awalnya, Mustaan dan Rizal menduga mereka sebagai pengunjung warung milik majikannya itu.

Namun, dugaan tersebut salah. Keduannya terperangah saat melihat salah satu dari kawanan pelaku menodongkan senjata tajam dari balik jaket ke arahnya.

“Serahkan kunci warung jika ingin hidup,” gertak pelaku sambil menodongkan senjata tajam ke arah perut Mustaan.

Mendapat ancaman demikian, warga Losari Tambaksari, Rowosari Kendal itu tak bisa berbuat apa-apa. Ia terpaksa menyerahkan kunci warung dan hanya terdiam ketika pelaku menggasak habis laci yang berisi sejumlah uang.

Lalu, sebuah sepeda motor jenis Honda Revo warna hitam merah diambilnya dari dalam warung. Tak hanya itu, para pelaku juga mengusung 2 tabung gas masing-masing berukuran 12 Kg.

Beruntung, pelaku urung meggunakan sajam miliknya. Setelah berhasil melancarkan aksi kejahatan, para pelaku kabur. Sementara dua pekerja warung selamat tanpa menderita luka.

Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa itu ke pihak yang berwajib. Karena pertimbangan tertentu dari pelapor, akhirnya baru pada hari Sabtu (19/12), korban mendatangi Kepolisian Resor Kota Besar Semarang. (Bjt02)