Home Headline Polisi Petakan Daerah Rawan Konflik Jelang Pemilu 2019

Polisi Petakan Daerah Rawan Konflik Jelang Pemilu 2019

276
0
Simulasi sistem pengamanan Kota atau Sispamkota Pemilu 2019 di lapangan Bhayangkara Komplek Akademi Kepolisian di Semarang.

Semarang, 20/3 (BeritaJateng.net) – Politik uang atau kegiatan membagikan uang atau barang oleh tim sukses salah satu calon tertentu dalam pemilu 2019 kepada masyarakat untuk memilih menjadi perhatian serius Aparat Kepolisian Kota Besar Semarang. Kegiatan politik uang tersebut diperkirakan mampu memicu kerusuhan dalam pelaksanaan pemilu mendatang.

Menjelang pelaksanaan pemilu 2019 yang kurang 29 hari lagi, suhu politik diberbagai daerah dipastikan akan meningkat, tak terkecuali di Kota Semarang.

Guna mengantisipasi adanya gesekan antara pendukung salah satu calon presiden ataupun calon anggota legislatif, Kepolisian Kota Besar Semarang pun telah lakukan pola pengamanan menjelang pemilu yang akan diselenggarakan 17 april mendatang.

Selain melakukan pemetaan daerah rawan konflik, yang menjadi perhatian serius Aparat Kepolisian dari Polrestabes Semarang dalam pemilu kali ini adalah adanya praktek politik uang atau kegiatan membagikan uang atau barang oleh tim sukses kepada masyarakat untuk memilih salah satu calon tertentu dalam pemilu.

Simulasi sistem pengamanan Kota atau Sispamkota Pemilu 2019 di lapangan Bhayangkara Komplek Akademi Kepolisian di Semarang.

“Kegiatan politik uang tersebut diperkirakan mampu memicu kerusuhan dalam pelaksanaan pemilu mendatang,” ungkap Akbp. Enriko Silalahi, Wakapolrestabes Semarang usai simulasi sistem pengamanan Kota atau Sispamkota di lapangan Bhayangkara Komplek Akademi Kepolisian di Semarang, Selasa (19/3).

Guna mengantisipasi terjadinya praktek politik uang tersebut, aparat Kepolisian Kota Besar Semarang bersama komisi pemilihan umum atau KPU Kota Semarang secara rutin telah lakukan patroli dan himbauan kepada masyarakat untuk menghindari adanya praktek politik uang, karena kegiatan politik uang disinyalir mampu memicu konflik dalam pelaksanaan pemilu mendatang.

“Kerawanan yang ada tentunya pada saat door to door, di saat pagi hari terutama subuh mempengaruhi masyarakat sebelum datang ke TPS dengan berbagai bentuk cara nah ini yang kita antisipasi,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mengetahui persiapan personil keamanan dalam mengamankan pesta demokrasi ini, Polrestabes Semarang bekerjasama dengan Kodim 0733 Semarang menggelar simulasi sistem pengamanan Kota atau Sispamkota di lapangan Bhayangkara Komplek Akademi Kepolisian di Semarang, Selasa (19/3).

Dengan simulasi ini diharapkan seluruh personil keamanan mampu mengatasi setiap konflik yang kemungkinan terjadi saat pelaksanaan pemungutan suara di TPS.

Simulasi sistem pengamanan Kota atau Sispamkota Pemilu 2019 di lapangan Bhayangkara Komplek Akademi Kepolisian di Semarang.

“Kita biasa melakukan himbauan bahwa jangan sampai masyarakat terlibat di money politic. Tetapi tentunya ketika terkait adanya temuan money politik nanti wilayahnya bawaslu , dan akan menindak lanjuti temuan tersebut,” ungkap Henry Casandra Gulton, Ketua KPU Kota Semarang.

Dalam mengamankan pemungutan suara pemilu 17 April 2019 mendatang Polrestabes Semarang mengerahkan 1.700 personel yang disebar di 4.542 tps di 177 kelurahan dan sejumlah obyek vital di Kota Semarang. (Nh/El)