Home Nasional Polisi Kantongi 4 Alat Bukti Tetapkan Tersangka Pembunuh Mirna

Polisi Kantongi 4 Alat Bukti Tetapkan Tersangka Pembunuh Mirna

Jakarta, 26/1/16,(BeritaJateng.Net)– Polisi telah mengantongi empat alat bukti untuk menetapkan tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang tewas karena diracun zat sianida.

“Minimal kan dua alat bukti, kami punya empat alat bukti, sebelum itu berangkat lagi, kami paparkan dulu sama Jaksa Penuntut Umum,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krihsna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/1/16).

Namun, Krishna enggan menyampaikan keempat alat bukti tersebut. Ia mengaku, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya bantahan dari tersangka.

“Kami harus hati-hati, ada waktunya kami sampaikan kenapa kami harus hati-hati di kondisi itu. Tidak bisa saya kemukakan disini, ada kondisi kami harus hati-hati. Itu nanti jadi senjata pelaku untuk melawan,” ujar Krishna.

Lebih lanjut, Krishna menungkapkan kasus kematian Mirna yang tewas akibat di racun adalah kasus spesial. Ia mengaku, dalam kasus tersebut, rata-rata pelakunya tidak mengaku meski telah terbukti bersalah.

“Ada 300 kasus racun di dunia, 90 persen pelakunya tidak ngaku. Makanya polisinya harus lebih pintar dari pelakunya,” ujar Krishna.

Terkait pemeriksaan terhadap Hani -teman mendiang Mirna, Krishna menjelaskan pemeriksaan terhadap Hani seputar pada pengetahuannya terkait dengan kronologi saat kejadian Mirna meregang nyawa. Namun ia mengaku, penyidik sama sekali tidak memaksakan Hani untuk memberikan keterangan di luar pengetahuannya.

“Waktu kejadian kan pagi, beberapa hari kemudian ditanya terus dia lupa, untuk mengingatkan, kami tunjukkan beberapa rekaman. Jadi dengan rekaman itu membantu mengingatkan sedikit-sedikit yang bersangkutan pada ingatannya. Apa adanya, kita tidak boleh mengarahkan, ada tambahan satu, dua, tiga keterangan saja bagi kami signifikan. Ini kan ada keadaan yang terkondisikan,” tegasnya.

Krishna mengaku penyidik mendapat keterangan yang signifikan. Namun, ia kembali enggan mengungkapnya kepada publik sebelum melakukan ekspose dengan Kejaksaan terlebih dahulu. polisi harus memiliki bukti yang kuat sebagai dasar untuk menetapkan tersangka, dan memastikan tidak ada perbedaan persepsi antara JPU dengan polisi saat di Persidangan.

“Insyaalah cukup kuat, tapi kami harus tunjukkan kepada Jaksa Penuntut Umum yang kami punya, Kan bisa berbeda pendapat kami sama JPU. JPU yang menyajikan di pengadilan, jadi harus sama presepsi,” tutup Krishna.(Bj50)