Home Headline Polisi Hentikan Aktivitas Tambang Liar

Polisi Hentikan Aktivitas Tambang Liar

Tambang Liar

Semarang, 9/10 (BeritaJateng.net) – Aktivitas penambangan ilegal yang ada di Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang terpaksa dihentikan oleh aparat kepolisian Polrestabes Semarang.

Pasalnya, aktivitas penambangan yang sudah berjalan 3 bulan itu tidak memiliki ijin berupa IUP (Ijin Usaha Pertambangan), IPR (Ijin Pertambangan Rakyat) dan IUPK (Ijin Usaha Pertambangan Khusus). Kasus ini masih dalam tahap pengembangan dan tengah ditangani oleh aparat Polrestabes Semarang.

Setelah dilakukan penyelidikan, seorang inisial S warga Meteseh, Kecamatan Tembalang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. S tidak lain adalah pemilik dari lahan, oleh S hasil tambang yang berupa tanah padas itu dijual ke masyarakat dengan harga Rp. 400 ribu hingga Rp. 450 ribu.

Namun, tersangka S tidak dilakukan penahanan karena dinilai petugas kooperatif dalam proses penyelidikan.

Modus yang dilakukan tersangka adalah melakukan aktivitas penambangan pada waktu petang hari, mulai pukul 18.00 WIB hingga menjelang pagi pukul 04.00 WIB. Hal ini dilakukan tersangka agar aktifitas yang dilakukan olehnya tidak diketahui oleh warga setempat.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin menyatakan aktifitas penambangan tersebut saat ini sudah berhenti total.

“Dengan kejadian ini pun yang lain pada ikut berhenti, tidak ada aktifitas lain. Jadi yang tidak ada ijin yang kita tindak, termasuk di tempat lain selain di Meteseh,” terangnya.

Beberapa barang bukti yang berhasil disita petugas diantaranya satu unit Bigho dan dua unit dump truck. Sedangkan pasal yang dilanggar yakni pasal 158 UU RI No.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, dan terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara serta denda Rp. 10 Milyar. (Bjt02)