Home Headline Polisi Grebek Gudang Motor Milik Debt Collector

Polisi Grebek Gudang Motor Milik Debt Collector

Puluhan motor yang diamankan polisi
Puluhan motor yang diamankan polisi
Puluhan motor yang diamankan polisi

Semarang, 15/2 (BeritaJateng.net) – Ditengarai sebagai penadah hasil
kejahatan, 28 berbagai jenis motor roda dua disita Aparat Polsek
Semarang Barat dari sebuah gudang milik Debt collector berinisial AW
(26) warga Purwoyoso, Ngaliyan.

Anehnya puluhan motor yang diamankan itu disinyalir motor tarikan dari nasabah yang telat mengangsur. Namun motor hasil rampasan tersebut bukannya diberikan kepada pihak finance tetapi malah justru dijual.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Padli mengatakan, puluhan motor yang diamankan dari gudang milik debt collector bernama AW tersebut berawal dari pengembangan pencurian motor (Curanmor).

“Saat kami geledah banyak motor, dan hanya bisa menunjukan STNK saja
dan diduga hasil penarikan dari beberapa debt collector,” katanya Padli di Polsek Semarang Barat, Minggu (15/2).

Padli menambahkan, dari keterangan saksi yang mengaku kerja sebagai debt collector dan berperan sebagai penadah menerima hasil motor tarikan dari nasabah yang tidak bisa bayar tagihan.

Oleh debt collector itu motor tarikan diberikan ke AW dengan sistem gadai, AW menentukan tenggang waktu 5 bulan dengan bunga 10 persen per-bulan.

“Kalau dalam kurun waktu 5 bulan tidak diambil, maka motor-motor
tersebut diputuskan oleh AW dan dijual bodong di luar kota Semarang,” bebernya.

Padli menjelaskan, pihaknya belum menetapkan tersangka AW. Namun
pihaknya sudah dimintai keterangan.

“Dia sudah kami periksa. Statusnya masih saksi. Kami masih menunggu
pengembangan penyelidikan, termasuk menunggu keterangan dari pihak
finance,” katanya.

Untuk sementara ini penyitaan motor tersebut mengacu kepada Undang-Undang Fidusia Nomor 42 tahun 1999 tentang memindahtangankan barang jaminan.

Kanit Reskrim AKP Ikhwan menambahkan, terkait harga gadai dari semua hasil tarikan di jalan, mulai Rp 1 juta hingga Rp 4 juta.

“Semua tergantung merek dan jenis motornya,” katanya.

Terbongkarnya praktik bisnis nakal oleh debt collector ini. Akhwan mengaku masih terus mengembangkan penyelidikan terkait kasus
ini. Sebab diduga ini merupakan jaringan besar yang melibatkan para
debt collector. (BJ04)