Home Headline Polisi Gagalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Ilegal Sebanyak 160 Sak

Polisi Gagalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Ilegal Sebanyak 160 Sak

BLORA, 29/1 (BeritaJateng.net) – Satuan Reskrim Polres Blora, Polda Jateng Rabu (27/1) kemarin, menggagalkan penyalahgunaan pendistribusian atau penyaluran pupuk bersubsidi pemerintah untuk sektor pertanian.

Sebanyak 160 sak dengan berat 50 kg, pupuk jenis ZA, yang dimuat sebuah truk Mitsubishi warna kuning hijau, bernomor polisi M 8041 UP ini, diamankan dihalaman belakang Polres Blora, beserta satu tersangka dan satu sopir truk berikut kernetnya.

Tersangka diketahui bernama Dillif Andriyan (27) asal dusun Lambangan Rt.01/ Rw.05, desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabuoaten Tuban, Jawa Timur.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, dalam press rilisnya mengatakan, berawal dari informasi dari warga, adanya sebuah truk yang mencurigakan diduga bermuatan pupuk bersubsidi, menuju ke wilayah Kecamatan Jati.

Kemudian Satuan Reskrim Polres Blora, melakukan penyidikan, karena curiga, truk Mitsubishi warna kuning hijau bernomor polisi M 8041 di jalan desa Bankleyan, Kecamatan Jati, dihentikan.

“Setelah di periksa ternyata benar, truk tersebut bermuatan pupuk bersubsidi jenis ZA dengan berat 50 kg,” ungkap Kapolres saat press confren (Kamis, 27/1).

Ketika ditanya tersangka mengaku kepada petugas bahwa pupuk itu ia beli dari seseorang di Madura dengan harga Rp.140 000. dan akan ia jual ke pengecar di Kecamatan Jati dengan harga antara Rp.145.000 – Rp 155.000.

“Padahal harga pupuk bersubsidi itu, kan harga eceran tertinggi (HET) nya, cuma kisaran delapan puluh ribuan,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya tersangaka dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 huruf b UU Darurat No. 7 tahun 1955 tentang tindak pidana Ekonomi jo pasal 1 Sub 3 e UU No. 7 tahun 1955 tentang tindak pidana Ekonomi, jo pasal 4 (1) huruf a Perpu no. 8 tahun 1962 tentang Perdagangan barang dalam pengawasan, jo pasal 8 ayat 1 Perpu no. 8 tahun 1962 tentang perdagangan barang dalam pengawasan jo pasal 2 (1) dan (2) Perpres No. 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan, jo pasal 30 (2) Permendag RI No. 15/M-DAG/PER/4/2013 jo pasal 21 (1) Permendag RI No. 15/M-DAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

Barang bukti berupa satu unit KBM truk Mitsubishi / FE74S 4X2 MT, warna kuning Hijau, dengan No.Pol. M 8041 UP, tahun pembuatan 2013 beserta Kunci Truk dan STNK a.n PT. Suramadu Perkasa alamat Jl. Raya Tambelangan No.09 Rw.01/01 SPG/Ds. Tambelangan, serta 160 zak pupuk bersubsidi Pemerintah jenis ZA berat masing masing 50 Kilogram diamankan di Mapolresta Blora. (Her/El)