Home Headline Polisi Bina Anak-anak Punk Di Pekalongan

Polisi Bina Anak-anak Punk Di Pekalongan

382
0
Sejumlah anak punk dibina oleh anggota Sat Binmas Polres Pekalongan di Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.
       KAJEN, 7/8 (BeritaJateng.net) – Untuk menjaga kondusivitas daerah, Polres Pekalongan melalui Sat Binmas Polres Pekalongan memberikan pembinaan kepada anak punk yang berada di wilayah kerjanya, Selasa (7/8).
        Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Pekalongan Aiptu Sujarwo menghimbau kepada anak-anak punk untuk tidak melakukan aksi pemerasan, penyalahgunaan narkoba, minum-minuman keras, seks bebas serta melakukan aksi tindak pidana lainnya seperti mencuri. Karena aksi tersebut dapat meresahkan masyarakat dan juga merupakan aksi melanggar hukum, dimana pelakunya dapat dipidana dan diproses sesuai dengan prosedur hukum berlaku.
       “Saat ini banyak anak-anak sekolah yang keluar atau putus sekolah dan memilih menjadi anak punk serta memilih kehidupan bebas. Hal tersebut harusnya bisa ditangani sejak dini, baik orang tua dan pemerintah daerah, agar bisa menjadi generasi penerus bangsa yang baik,” terangnya.
       Diharapkan, imbuh dia, melalui kegiatan ini anak-anak punk bisa sadar dan kembali memilih kepada jalan yang benar. Di mana usia seperti mereka harus menempuh pendidikan dan kehidupan lebih layak.
       “Kami minta mereka untuk kembali ke keluarganya dan fokus menimba ilmu. Saya percaya orang tuannya juga mencari dan merasa kehilangan anaknya,” imbuh Aiptu Sujarwo.
        Terpisah Kasat Binmas Polres Pekalongan AKP Guntur Tri Harjani mengatakan, pihaknya sengaja menyisir wilayah untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, utamannya dalam menyikapi keluhan masyarakat terkait maraknya anak-anak punk yang berkeliaran di wilayah hukum Polres Pekalongan.
“Dari hasil penyisiran yang kami lakukan didapati sejumlah anak punk kemudian dilakukan pembinaan,” kata dia.
        Dikatakannya, beberapa pembinaan yang dilakukan yakni mengajak anak punk untuk kembali bersama keluarga dan menghindari kenakalan remaja seperti minum-minuman keras, seks bebas dan narkoba. “Kami berharap mereka mendukung kondusivitas daerah. Jadilah generasi emas penerus bangsa yang mampu berkontribusi positif kepada negara,” katanya. (ST/EL)