Home Lintas Jateng Polisi Berhasil Lacak Keberadaan Staf UNS yang Hilang

Polisi Berhasil Lacak Keberadaan Staf UNS yang Hilang

Suginem, orang tua Staf UNS yang hilang diduga bergabung dengan Gafatar.

KARANGANYAR, 13/1 (BeritaJateng.net) – Rasa lelah tergambar dalam raut muka Suginem (73) warga Papahan Rt 2/3 Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Meski begitu hati ibu yang kehilangan anak dan cucunya mulai sedikit lega. Pasalnya keberadaan keduanya mulai terdeteksi.

Suginem merasa bersyukur usai memberikan memberi keterangan kepada pihak kepolisian terkait kasus hilangnya Joni Catur Prasetyo (42) mulai menemukan titik terang. Keberadaan staf pasca sarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) yang dikabarkan hilang bersama anaknya mulai jelas dengan bantuan pihak Kepolisian.

Keluarga Joni Catur Prasetyo hari ini kembali mendatangi pihak Polres Karanganyar untuk meminta keterangan sejauh mana hasil penyidikan terkait hilangnya anak dan cucunya.

“Tadi saya matur pak Polisi, nomer HP Joni sering menelepon saya meskipun saat diangkat dia tidak bicara. Namun pihak Polisi berhasil melacaknya,” terang Suginem di Karanganyar, Rabu (13/1/2016).

Suginem mengaku, beberapa waktu lalu hampir tiga hari berturut-turut Joni menelepon dirinya. Waktunya selalu malam hari sekitar pukul 03.00 WIB. Meski diam saja namun Suginem sambil menangis meminta agar Joni segera pulang. Kasihan istri dan anaknya yang masih bayi. Juga Rizal yang harus masuk sekolah, juga pekerjaanya sebagai staf di UNS.

“Alhamdulilah, doa saya dikabulkan Allah SWT. Akhirnya Pak polisi menemukan lokasi dimana Joni dan anaknya berada. Neng Pak Polisi mboten saget nangkep, merga Joni mboten melanggar hukum,” lanjutnya.

Menurut Suginem, pihak Kepolisian siap mendampingi keluarga jika ingin menjemputnya. Bahkan pihak berwajib sudah mengontak Kepolisian setempat di mana posisi sinyal HP Joni terlacak untuk memantau keberadaan Joni agar tidak keluar dari Jawa Tengah.

Keluarga hanya berharap agar Joni segera kembali berkumpul dengan keluarga dan berdinas seperti sedia kala. Agar tidak mendapat sanksi karena tidak bmasuk tanpa ada keterangan sama sekali. Sehingga jika batas waktu 46 hari yang ditentukan Joni tidak kembali maka status PNS Joni dengan terpaksa akan dicabut. (BJ24)