Home Headline Polisi Belum Tetapkan Tersangka terkait Pengiriman 48 Ton Beras Ke Kalimantan

Polisi Belum Tetapkan Tersangka terkait Pengiriman 48 Ton Beras Ke Kalimantan

159
0
Polisi amankan Pengiriman 48 Ton Beras Ke Kalimantan
        Semarang, 17/1 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Kota Besar Sejauh ini belum menetapkan tersangka dalam kasus penyelewengan diatribusi beras kekalimantan. Pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi terkait pengiriman beras ke Kalimantan
        Beberapa saksi yang diperiksa diantaranya dua sopir truk, termasuk pemilik UD DM Putra Purwodadi serta pembeli beras yang akan dijual ke Kalimantan.
         “Ya ini kami masih memeriksa saksi-saksi, bisa saja ada oknum Bulog yang terlibat. Namun untuk memastikan kita tetap harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kombes Pol Abiyoso Seno Aji Kapolrestabes Semarang saat gelar perkara di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (17/1).
         Upaya pengiriman beras Bulog dari Demak sebanyak 48 ton ke Kalimantan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang berhasil di gagalkan Aparat Kepolisian. Beras yang rencananya untuk operasi pasar ini, didduga hendak dijual dengan harga yang lebih tinggi.
Polisi amankan 48 Ton Beras yang akan dikirim Ke Kalimantan
         Kontainer yang mengangkut puluhan ton beras itu dikemudikan oleh Edi Widodo dan Akhmad Munawir. Mereka mengirim beras tersebut dari Demak menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dengan ongkos Rp 300 ribu.
          “Dari harga saja kan juga nggak mungkin segitu kalau tujuannya ke klaten,” ungkap Kombes Pol Abiyoso Seno Aji Kapolrestabes Semarang saat gelar perkara di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (17/1).
           Sementara, pengirim beras tersebut merupakan Esti Isniyati, yang membeli beras dari H Slamet yang merupakan mitra kerja Perum Bulog Divre Jateng. Pengiriman ke Banjarmasin rencananya akan dilakukan melalui jalur laut menggunakan agen PT Meratus.
           Jika nantinya terbukti melakukan tindak penyelewengam pendistribusian beras untuk tersangka, diancam dengan Pasal 110 juncto pasal 35 ayat (2) UU RI No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. (Nh/El)