Home Hukum dan Kriminal Kasus Perjokian SBMPTN, Polisi Belum Temukan Pasal Yang Tepat

Kasus Perjokian SBMPTN, Polisi Belum Temukan Pasal Yang Tepat

 sutarno (kanan)
Solo, 15/6 (BeritaJateng.net) – Sampai saat ini kasus dugaan perjokian yang terjadi saat pelaksanaan ujian tulis Seleksi Bersama Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi (SBMPTN) di UNS Solo, pihak Kepolisian belum bisa menemukan pasal yang pas untuk bisa menjerat dua orang tersebut. 

Kapolsek Jebres Kompol Edison Panjaitan menjelaskan sampai saat ini kasus dugaan perjokian tersebut masih terus diselidiki. Telah dihadirkan empat orang saksi yang sudah diperiksa saat kasus tersebut terungkap di lokasi ujian di  sektor 4 lokasi Fakultas MIPA-2 ruang 3 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. 

“Empat orang itu itu dua diantaranya adalah TA dan MYA yang diduga sebagai pelaku. Sedangkan dua oramg lainnya merupakan pengawas saat ujian dan ketua panitia Ketua Panitia Lokal (Panlok) 44 Surakarta,” jelas Edison kepada wartawan, Senin (15/6/2015).

Edison juga menyatakan saat ini pihaknya masih mendalami pasal-pasal sekiranya bisa digunakan untuk menjerat keduanya. Sementara ini barang bukti yang diamankan diantaranya handphone dan soal ujian tahun 2014. 

Kompol Edison juga meluruskan pemberitaan sebelumnya yang menyatakan keduanya adalah kakak beradik. Sebenarnya mereka hanyalah tetangga satu kampung di  Purworejo.

“Jadi bukan kakan beradik. Rumah mereka hanya berjarak  sekitar 50 meter,” tegas  Edison. 

Sementara itu Ketua SPMB UNS/Ketua Panitia Lokal (Panlok) 44 Surakarta Profesor Sutarno juga  mengakui dirinya mendapatkan panggilan dari Polisi untuk dimintai keterangan.

“Namun saya tidak bisa datang, karena ada keperluan di Jakarta, jelas Sutarno. 

Sutarno juga menegaskan bahwa TA yang tercatatsebagai pendaftar SBMPTN otomatis tidak akan diterima dan masuk daftar black list sebagai bentuk sanksi melanggar aturan dengan dugaan adanya kasus  perjokian. (BJ24)