Home Hukum dan Kriminal Polisi Bekuk Tersangka Kasus Penggelapan Kendaraan

Polisi Bekuk Tersangka Kasus Penggelapan Kendaraan

725

Boyolali, 1/12 (BeritaJateng.Net) – Kepolisian Resor Boyolali membekuk tersangka kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor milik korban Danang M Ganafi (23), warga Batuean, Desa Kebonbimo, Kota Boyolali.

Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Kota Boyolali AKP Demianus Palulungan, Senin mengatakan tersangka penipuan dan penggelapan tersebut adalah Suhadi (50), warga Bantengmati, Mijen, Demak itu, kini ditahan di Polsek Boyolali untuk proses hukum.

Menurut Kapolsek Kota Boyolali AKP Demianus Palulungan tersangka ditangkap oleh petugas di kawasan Gilingan, Solo, Minggu (30/11).

Kapolsek menjelaskan, peristiwa kasus penipuan dan penggelapan tersebut terjadi pada 25 Oktober 2014, berawal ketika korban bertemu tersangka yang mengaku bernama Riyanto.

Korban diminta mengantar tersangka ke alamat rumah di depan SMA Negeri 1 Boyolali. Tanpa rasa curiga, korban kemudian mengantar tersangka.

Namun, alamat yang dituju ternyata pintunya dalam kondisi terkunci, kemudian tersangka meminjam sepeda motor korban, Honda Kharisma nomor polisi AD 6596 MD , guna mengambil kunci rumah.

Tersangka yang ditunggu oleh korban, ternyata tidak kunjung datang, dan akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kota Boyolali untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut.

Polisi yag mendapat laporan korban langsung melakukan penyelidikan, dan tersangka sudah masuk DPO Polsek Kota Boyolali. Petugas mendapat informasi bahwa tersangka di kawasan Gilingan Solo, dan langsung ke lokasi membeku tersangka untuk dibawa ke Boyolali.

Tersangka mengaku sepada motor milik korban telah dijual di daerah Demak, dan uangnya sudah dihabiskan untuk foya-foya dan kebutuhan sehari-hari.

Tersangka juga mengaku sering melakukan aksi tindak kejatahan kasus pencopetan di bus-bus antarkota satu provinsi, tetapi belum ada korban yang melapor degan kajdian itu.

Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 378 jo 372 KUHP, tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal hingga lima tahun. (ant/pri)