Home Hukum dan Kriminal Polisi Bekuk Pelaku Judi Togel Di Delapan Tempat

Polisi Bekuk Pelaku Judi Togel Di Delapan Tempat

Para pelaku tindak pidana perjudian usai dibekuk petugas, tengah diinterogasi guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut di halaman Mapolres Kendal, Selasa (26/5)
Para pelaku tindak pidana perjudian usai dibekuk petugas, tengah diinterogasi guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut di halaman Mapolres Kendal, Selasa (26/5)
Para pelaku tindak pidana perjudian usai dibekuk petugas, tengah diinterogasi guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut di halaman Mapolres Kendal, Selasa (26/5)

Kendal, 26/5 (BeritaJateng.net) – Nampaknya peredaran dan penjualan terhadap judi togel masih banyak terjadi dilingkungan masyarakat. Belum lama ini jajaran satreksrim Polres Kendal, baru saja membekuk 8 pelaku tindak pidana perjudian di delapan tempat terpisah terkait kasus perjudian jenis togel.

Mereka dibekuk ditempat terpisah saat melakukan transaksi penjualan nomor judi togel tersebut. Sedangkan, dua orang pelaku dari delapan pelaku di antaranya di bekuk petugas kepolisian akibat perjudian dengan menggunakan mesin dingdong.

Mereka yakni, Muhwan (38) dan Jamsari (44) keduanya merupakan warga Dukuh Kebondalem RT 3 dan RT 2 RW 02 Desa Triharjo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal, ditangkap petugas sekitar pukul 15.30 WIB pada Selasa ( 26/5).

Berawal petugas mendapati keterangan dari masyarakat, bahwa dirumah Muhawan dijadikan sebagai tempat judi mesin dingdong. Akhirnya petugas melakukan penyelidikan dan informasi masyarakat ternyata benar, saat itu ada dua oang tersangka berada ditempat tersebut.

Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Ardiansyah mengatakan jika tersangka Muhwan merupakan sebagai penyelenggara mesin judi jenis dingdong, sedangkan Jamsari adalah pemain judi mesin tersebut. “Tersangka ditangkap saat bermain dingdong yang berada di rumah Muhwan,” katanya.

Orang yang akan melakukan perjudian membawa uang logam atau koin pecahan Rp 500,- yang berwarna kuning emas, lalu dengan uang tersebut dimasukkan ke dalam mesin dingdong. Secara otomatis mesin dingdong akan memutar gambar yang dipilih pemain.

“Pemain mendapatkan poin atau nilai. Dari poin tersebut maka si pemain berhak menukarkan poin itu dan langsung dicairkan dengan cara menekan tombol play,” terang Iptu Fiernando.

Atas kasus perjudian dengan menggunakan mesin dindong tersebut, petugas menyita uang tunai sebanyak Rp 524 ribu beserta tiga buah unit mesin dingdong. Sedangkan ke dua tersangka pelaku perjudian dengan mesin tersebut dikenakan pasal 303 ayat 1e KUHP dengan ancaman hukuman paling lana 10 tahun penjara.

Sementara itu, di tempat terpisah, jajaran satreskrim Polres Kendal juga membekuk para penjudi dengan menggunakan nomor togel jenis Hongkong (HK) yakni Hendrik Joko Susilo (51) warga RT 6 RW 04 Desa Boja Kecamatan Boja, Budi Hartono (48) Warga Desa Bebengan RT 06 RW 05 Kecamatan Boja, Surachmat (54) warga Desa Ngabean RT 01 RW 05 Kecamatan Boja, Suryadi (46) warga Desa Sodagaran RT 04 RW 02 Kecamatan Sukorejo, Ahmad Gunawan (35) Desa Ringinarum RT 6 RW 03 Kecamatan Ringinarum, Subur Sodikin (51) warga RT 02 RW 01 Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu.

Iptu Fiernando menjelaskan adanya perjudian jenis togel tersebut memang sudah sangat meresahkan masyarakat. Untuk menangani hal tersebut jajaran Polres Kendal terus melakukan tindakan preventive guna mencegah terjadinya tindak perjudian yang dilakukan pelaku secara diam-diam.

“Mereka ada yang menjual baru sekitar dua bulan bahkan ada yang lebih dari satu tahun. Kebanyakan mereka berprofesi sebagai tukang bangunan dan pengangguran, bahkan ada satu orang yang baru satu bulan bebas terjerat lagi akibat kasus yang sama,” beber Kasatreskrim.

Dari kasus tindak perjudian jenis togel tersebut petugas kepolisian Polres Kendal juga menyita sejumlah uang sebanyak Rp 961 ribu beserta beberapa catatan rekap nomor togel untuk dijadikan sebagai barang bukti.

“Para tersangka perjudian jenis togel dikenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara. Kami terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini guna pengembangan lebih lanjut, siapa tahu masih ada pelaku lain yang sekiranya telah meresahkan masyarakat,” tandasnya. (BJ19)