Home Headline Polisi Banyumanik Diduga Merekayasa BAP Tersangka Narkoba

Polisi Banyumanik Diduga Merekayasa BAP Tersangka Narkoba

Reymond saat gelar perkara di Mapolsek Banyumanik.

Reymond saat gelar perkara di Mapolsek Banyumanik.

Semarang, 5/2 (BeritaJateng.net) – Penangkapan Raymond (28) warga Kampung Ujungsari RT 3 RW 1 Kecamatan Semarang Utara karena menjadi pengedar narkoba yang mengaku disuruh anggota Polisi berinisial YD bakal berbuntut panjang.

Pasalnya, dalam penyidikan tersangka, penyidik Polsek Banyumanik diduga melakukan rekayasa berkas acara pemerikaaan (BAP) yang menyudutkan tersangka.

Kepada ibunya, Lestari, Reymond mengaku diperiksa penyidik sampai tiga kali, tapi pada pemeriksaan ketiga, nama oknum polisi berinisalial YD dihilangkan dari BAP dan jumlah barang bukti juga lebih banyak.

“Pada pemeriksaan pertama dan kedua, nama anggota polisi itu masih ada dan anak saya mau tanda tangan di BAP,” ujar Lestari kepada BeritaJateng.net, Kamis.

Namun penyidik diduga melakukan rekayasa pada pemeriksaan yang ketiga. Karena pada pemerikaaan ketiga, nama anggota Polisi tersebut sudah hilang dan barang bukti juga lebih banyak.

“Anak saya dipaksa tanda tangan meski tahu kalau ada rekayasa,” tuturnya lagi.

Dan lebih kelihatan kalau dugaan relayasa itu benar saat Reymond disuruh tanda tangan lagi pada BAP yang keempat, namun Reymond dengan tegas menolak tanda tangan karena dalam BAP keempat itu berbeda dengan BAP yang pertama hingga ketiga.

“Anak saya nggak mau tanda tangan tapi kata anak saya BAP keempat itu ditanda tangani oleh penyidik sendiri. Berarti kan ada pemalsuan tanda tangan dalam BAP,” tegas Lestari.

Karena menilai adanya rekayasa itu, Lestari melaporkan kasus itu ke Propam Polda Jateng. Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan apapun dari Propam Polda Jateng.

“Saya sudah melaporkan ke Propam Polda, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan apa-apa,” tambahnya.

Bahkan Lestari mengaku diperlakukan tidak enak saat menanyakan perkembangan kasus tersebut ke Propam Polda Jateng. Lestari disuruh sabar tapi dengan kata-kata yang menyakitkan.

Jadi Anak Buah

Sementara itu ayah Reymond, Agus Sutoto mengaku heran dengan apa yang dilakukan oleh YD, karena sudah hampir 7 tahun, Reymond bisa dikatakan sebagai anak buahnya YD.

“Kok tegel, padahal anak saya jadi anak buah dia sudah hampir 7 tahun. Malam-malam disuruh Pak YD nyariin ikan ya mau, hampir setiap malam diajak mabuk-mabuk, ya istilahnya sendiko dawuh apa yang disuruh pak YD,” terang Agus Sutoto.

Bahkan sesaat sebelum anaknya ditangkap polisi, Reymond disuruh mencarikan utangan uang dengan alasan Pak YD lagi diluar kota. Karena suda biasa, Reymond akhirnya meminjam uang ke ibunya Rp 5 juta.

“Waktu itu anak saya mengatakan kalau disuruh nyari utangan oleh Pak YD karena katanya lagi diluar kota, karena kita sudah deket dan sudah kita anggap sodara sendiri, oleh ibunya dikasih Rp 5 juta,” ujarnya lagi.

Meski demikian, Agus Sutoto tidak tahu uang itu untuk membeli apa, karena perintahnya pak YD hanya disuruh nyari utangan dan akan dikembalikan keesokkan harinya.

“Saya tahunya untuk membeli narkoba setelah anak saya ditangkap, katanya setelah menerima uang itu, Pak YD menyuruh anak saya untuk membeli barang dan disuruh mengantar ke Hotel, ternyata di hotel itu sudah ada polisi. Ini kan jebakan, dan anak saya tidak menyangka karena sudah terbiasa,” terangnya.

Faktor Dendam

Apakah ada faktor lain yang membuat oknum polisi tersebut tega menjebloskan anak buahnya sendiri ? Agus Sutoto dan Lestari menduga pak YD dendam dengan Reymond lantaran beberapa hari sebelum penangkapan anaknya itu, anggota dari Polrestabes Semarang menggrebek keponakan YD.

“Lha informasi yang berkembang, katanya penggrebekan itu sumbernya dari anak saya (Reymond), padahal waktu penggrebekan, anak saya lagi mabuk bareng sama Pak YD, mungkin Pak YD percaya sehingga menuduh anak saya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Polsek Banyumanik menangkap Raymond (28) warga Kampung Ujungsari RT 3 RW 1 Kecamatan Semarang Utara karena kedapatan mengantarkan narkoba ke sebuah hotel.

Saat gelar perkara pada Kamis (22/1), tersangka mengaku sabu-sabu yang diedarkan tersebut dari anggota polisi yang berinisial YD, seorang anggota Polda Jateng.

“Saya disuruh Pak YD, seorang polisi Polda Jateng. Sudah lima kali saya ambil barang dari dia,” ujarnya. (BJ)

Berita Sebelumbya :

http://beritajateng.net/berita-jateng-terbaru-hari-ini/mengedarkan-sabu-sabu-karena-disuruh-polisi/10888