Home Lintas Jateng Polemik Posisi Bahasa Indonesia Saat MEA Digelar

Polemik Posisi Bahasa Indonesia Saat MEA Digelar

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Suratno (putih) saat menggelar prescon penghargaan Prasidatama
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Suratno (putih) saat menggelar prescon penghargaan Prasidatama
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Suratno (putih) saat menggelar prescon penghargaan Prasidatama

Semarang, 10/10 (BeritaJateng.net) – Perdagangan bebas “Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” yang bakal di gelar pada bulan November mendatang menimbulkan polemik terkait posisi bahasa Indonesia di negara ini.

Kekhawatiran ini dinyatakan Kepala Balai bahasa Provinsi Jawa Tengah Suratno usai menggelar presconference penghargaan Prasidatama tokoh sastra dan bahasa yang berpengaruh di Jawa Tengah, Jumat (9/10).

“Kita harus berhati-hati dan menjaga komitmen penggunaan bahasa Indonesia di negara ini. Jangan sampai bahasa Indonesia menjadi objek saat MEA,” katanya.

Menurutnya, bahasa Indonesia bisa saja tergilas dengan bahasa asing. “Kita memang harus menunjukkan sikap opensif terhadap bahasa asing, namun dibalik itu kita juga harus berperan aktif mengenalkan bahasa Indonesia dan mempergunakannya dalam setiap komunikasi,” papar Suratno.

Ia menjelaskan, MEA menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia memperkenalkan produk, kultur, potensi, sekaligus bahasa yang dimiliki, bahasa Indonesia. (Bj05)