Home Headline Polda Jateng Ungkap Pengeroyokan Tiga Korban di Sukoharjo

Polda Jateng Ungkap Pengeroyokan Tiga Korban di Sukoharjo

74

Semarang, 7/11 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Daerah Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus penganiayaan terhadap tiga pemuda di Kabupaten Sukoharjo, Kamis (31/10) dini hari. Dari pengungkapan ini petugas Direskrimsus Polda Jateng berhasil mengamankan 14 pelaku.

“Para pelaku merupakan para kelompok dan organisasi kemasyarakatan atau ormas yang berdomisili di wilayah solo raya. Mereka berasal dari 3 kelompok dan ormas, yakni persaudaraan setia hati (psh) winongo,persaudaraan setia hati (psh) terate dan kelompok laskar,” ungkap Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol. Budhi Haryanto, saat di Mapolda Jateng, Kota Semarang.

Aksi penganiayaan menimpa tiga orang, terjadi di dua lokasi yang berbeda, yakni di depan pabrik PT Sami Surya Indah (SSI)., Desa Pandeyan, dan di Jl. Solo-Sukoharjo, Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo. Para korban dianiaya karena mengenakan baju berlambang perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Ketiga korban mengalami sejumlah sayatan senjata tajam yakni Nombon Susilo (19) warga Krajan, Pacitan, Jawa Timur, Nugroho Eko Putro (21) warga Kemiri Klaten, dan Nurul Burhanudin (23) warga Tanggung Kabupaten Pacitan.

Akibat aksi pengeroyokan itu, para korban pun mengalami luka sayatan akibat serangan senjata tajam. Beruntung ketiga korban itu berhasil diselamatkan setelah menjalani perawatan di RS Nirmala Suri.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol. Budhi Haryanto  menjelaskan untuk lokasi terakhir korban ada 3 pelaku penganiayaan itu berjumlah sekitar 50 orang. Namun, hingga saat ini pihaknya baru meringkus 11 orang tersangka.

“Ke-11 tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda. Tapi total pelakunya mencapai 50 orang lebih. Yang belum tertangkap masih terus kita buru, tapi sebaiknya ya menyerahkan diri saja,” jelas Budhi.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol. Budhi Haryanto, menyebut ada 57 kasus penganiayaan yang dilakukan anggota ormas maupun kelompok perguruan silat di Jateng sepanjang 2019.

“Saat ini sudah 57 laporan masuk di Polda Jawa Tengah, Pelakunya ya orang-orang ini hampir sama paling banyak terjadi di wilayah Solo raya”, imbuhnya.

Selain pelaku polda jawa tengah juga mengamankn sejumlah barang bukti yang digunakan aksi pengroyokan dan penganiayaan oleh para pelaku diantaranya sepeda motor/ dan senjata tajam.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iskandar Fitriana Sutisna, mengatakan para tersangka dikenai pasal berlapis atas tuduhan melakukan tindak kekerasan secara massal hingga menyebabkan korban mengalami luka-luka

“Pertama, Pasal 170 atau Pasal 351 dengan ancaman lima tahun penjara. Kita juga kenakan Pasal 335 atau 363 KUHP, ancamannya 5 tahun 6 bulan penjara. Dan terakhir, Pasal 1251 UU Darurat ancamannya 10 tahun penjara,” tegas Iskandar.

Maraknya sejumlah aksi pengroyokan dan penganiayaan yang dilakukan ormas maupun kelompok tertentu, Kepolisian Daerah Jawa Tengah tidak segan segan menindak tegas para pelaku. Polda Jateng menghimbau kepada masyarakat jika menemui bahkan menjadi korban untuk segera melaporkan ke Kepolisian terdekat untuk segera ditindak secara tegas. (Nh/El)