Home Hukum dan Kriminal Polda Jateng Tetapkan Tiga Tersangka Penambangan Liar

Polda Jateng Tetapkan Tiga Tersangka Penambangan Liar

Galian C

Semarang, 10/2 (BeritaJateng.net) –Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) menetapkan tiga orang tersangka atas kasus penambangan ilegal di Jawa Tengah.

Para tersangka yakni TDN (55), warga Desa Marga Ayu RT 1 RW 3, Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, AMZ (60) warga Dusun Keron RT 1 RW 2, Desa Nampingan Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, dan SPT (59) warga Meteseh RT 4 RW 1, Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Poerbo mengatakan penetapan tiga tersangka karena terbukti melakukan penambangan dibeberapa wilayah Kota di Jateng.

“Mereka ini terbukti melakukan penambangan liar di Kabupaten Magelang, Tegal, dan Tembalang,” katanya.

Djoko membeberkan, untuk tersangka ketiga berinisial SPT ini terbukti melakukan penambangan pasir ilegal di Daerah Meteseh Tembalang.

“Terutama penambangan liar Meteseh berkali-kali dilakukan sidak masih saja ada kegiatan penambangan,” akunya.

Lebih lanjut Djoko menyatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan razia ke lapangan, namun dalam kenyataannya pelaku penambang lebih lihai.

“Contoh saja pelaku penambang liar selalu kucing-kucingan dengan petugas. Setiap kali akan dirazia mereka selalu sudah tahu keberadaan kita. Mau menindak gimana, la kan tidak ada aktivitas,” terangnya.

Proses hukum atas para tersangka, kata dia, didasarkan atas penyelidikan intensif. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat, termasuk Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kegiatan eksplorasi yang telah merugikan negara dan merusak lingkungan hidup. Semua tersangkanya pimpinan (aktivitas penambangan),” lanjutnya.

Djoko menegaskan untuk aktivitas penambangan liar di Semarang tidak ada izinya.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah kota bahwa tidak ada izin pertambangan di Semarang. Jadi semua pertambangan di Semarang ilegal,” tegasnya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol A Liliek Darmanto, mengatakan modus operandi yang digunakan adalah melakukan kegiatan usaha pertambangan tanpa dilengkapi izin usaha pertambangan (IUP) dan dijual secara umum.

“Mereka melakukan pertambangan pasir dan tanah tanpa izin,” tambahnya.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan  5 eksavator, 13 dump truk dan aneka bendel nota penjualan.

Para tersangka dijerat Pasal 158 Undang – Undang nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.(BJ04)