Home News Update Polda Jateng Siapkan Rp200 M untuk Pembangunan

Polda Jateng Siapkan Rp200 M untuk Pembangunan

Semarang, 14/12 (BeritaJateng.net) – Rencana pelaksanaan pembangunan gedung Polda Jawa Tengah yang pada Rabu (30/9) silam terbakar, saat ini telah mempunyai dana awal sekira Rp. 50 Miliar dari jumlah yang dibutuhkan kurang lebih Rp. 100 hingga Rp. 200 Miliar

Dana awal tersebut termasuk dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol Liliek Darmanto.

“Dapat hibah dari provinsi, pak Gubernur membantu, bentuknya hibah sekitar Rp.15 Miliar, ditambah dana Polri totalnya sekarang (dana) yang sudah siap sekitar Rp. 50 Miliar,” kata Liliek, Senin (14/12).

Terkait rencana bantuan dari pemerintah pusat, seperti diungkapkan Menpan-RB (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Yuddy Chrisnandi, saat meninjau Polda Jawa Tengah Oktober lalu, Liliek mengaku belum mengetahui lagi perkembangannya.

“Mudah-mudahan mulai awal tahun depan sudah mulai pembangunan. Soal bantuan dari pusat (disetujui atau tidak), saya belum tahu. Tapi, mudah-mudahan dibantu dari pusat,” harapnya.

Sebelumnya, gedung A yang diketahui terbakar itu akhirnya dilelang, dilakukan pada Jumat (6/11) lalu, di aula Biro Sarana dan Prasarana (Ro Sarpras) Polda Jawa Tengah, Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Proses lelang dipimpin petugas dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Semarang.

Diikuti sebanyak 27 peserta, lelang dibuka dengan harga terendah Rp. 201.500.000. Harga itu ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Tengah. Lelang sendiri akhirnya dimenangkan oleh Taat, warga Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang dengan penawaran tertinggi, yakni sebesar Rp. 226 Juta.

Sementara, aktivitas perobohan gedung sudah berlangsung sepekan ini. Beberapa alat berat diterjunkan ke lokasi. Sedangkan material sisa gedung maupun reruntuhan tembok, diangkut dengan menggunakan beberapa truk.

“Materialnya dibawa ke Jalan Mpu Tantular Semarang,” kata salah satu pekerja di sana. (Bjt02)