Home Headline Polda Jateng Ringkus Perampok 30 Kilogram Emas di Dua Wilayah di Jawa...

Polda Jateng Ringkus Perampok 30 Kilogram Emas di Dua Wilayah di Jawa Tengah

284
0
Polda Jateng Ringkus Perampok 30 Kilogram Emas di Dua Wilayah di Jawa Tengah
        Semarang, 7/6 (BeritaJateng.net) – Polda Jawa Tengah meringkus lima anggota komplotan perampok 30 kg perhiasan emas yang beraksi di Kabupaten Grobogan dan Tegal. Mereka masing masing bernama john luter piri selaku ketua kelompok, bambang driver, agus triana dan dedi sebagai eksekutor serta santoso sebagai pengamat situasi.
        Sementara barang bukti yang berhasil disita dari tangan pelaku berupa 10 kilogram emas, senilai 1,5 miliar dan ratusan jenis emas senilai  200 juta, dan uang 30 juta. Barang bukti tersebut merupakan hasil kejahatan empat bulan terakhir, di dua lokasi yakni di wilayah Slawi Kabupaten Tegal dan di Grobogan.
        Dalam aksinya di dua lokasi komplotan ini selalu memiliki modus yang sama. Mereka membuntuti dari belakang korban dengan sasaran distributor perhiasan emas, melalui informasi salah satu pelaku santoso yang pernah bekerja di distributor emas.
         Setelah membuntuti korban sampai di lokasi yang sepi, para pelaku kemudian melakukan aksinya dengan menodongkan senjata api. Korban disekap dengan menggunakan borgol dan lap ban, oleh pelaku dibuang ditinggal di tempat sepi.
        Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Rabu, mengatakan komplotan asal Sulawesi Utara ini diringkus saat kabur ke Jakarta. “Beraksi di dua lokasi berbeda pada Februari dan Mei 2018,” katanya.
        Dari dua kejadian Slawi, Kabupaten Tegal, komplotan ini berhasil menggasak 8 kg emas senilai Rp1,9 miliar saat akan dikirim distributornya ke toko-toko emas. Sementara untuk di grobogan yang terjadi pada bulan Februari lalu pelaku berhasil  menggasak 22 kg emas yang sedang dikirim distributornya
        “Pengiriman emas-emas ini tanpa pengawalan dari kepolisian,” katanya.
        Para anggota komplotan ini, lanjut dia, memiliki peran masing-masing, termasuk informan tentang jadwal pengiriman emas.
         “Ada anggota yang bertugas menginformasikan jadwal pengiriman emas,” katanya.
         Bersama dengan para pelaku, polisi mengamankan perhiasan emas berbagai jenis, pistol rakitan, serta sejumlah mobil yang digunakan saat beraksi.
        Condro menuturkan karena emas hasil rampokan cukup banyak sehingga belum seluruhnya sempat dijual. “Ada yang sempat dikubur karena belum sempat dijual,” katanya.
         Sebagian hasil kejahatan yang dijual digunakan untuk kebutuhan sehari hari,  dan membeli barang berharga lainnya seperti mobil. Atas perbuatannya para pelaku dijerat pasal 365 dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. (Nh/El)