Home Hukum dan Kriminal Polda Jateng Galakan Razia Orang Gila

Polda Jateng Galakan Razia Orang Gila

399
       Semarang, 21/2 (BeritaJateng.net) – Peristiwa penyerangan tokoh agama dan tempat ibadah mendapat perhatian khusus pihak Kepolisian. Polda Jateng memperketat deteksi dini termasuk melakukan razia orang gila.
         Hal ini diungkapkan, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono usai membuka Rakernas Intelkam Polda Jateng di kota Semarang, Jawa tengah, Rabu (21/2) pagi.
        Razia dengan sasaran orang yang terindikasi gangguan jiwa dan berada di jalanan ini dilakukan menyusul maraknya teror di beberapa tempat di mana pelakunya dalam kondisi kurang waras. Menyerang secara fisik seorang pemuka agama, tokoh masyarakat hingga perusakan tembat ibadah.
        “Melihat kejadian di beberapa daerah dimana pelaku teror dalam kondisi tak waras. Kita perintahkan jajaran untuk melakukan rasia kita tak ingin kecolongan. Orang gila ini memang bisa dimanfaatkan beberapa pihak atau kelompok untuk menebar teror,” ujar Kapolda Jateng Irjen Polisi Condro Kirono.
         Selain merazia orang gila bersama Dinas Sosial, Polda Jateng juga meminta jajarannya,  di tingkat Polres melakukan langkah masif untuk mengamankan pilkada. Langkah deteksi dini dan penyelesaian masalah terkait resiko gesekan atau konflik terkait pilkada.
        “Kita bersinergi dengan Dinas Sosial (melakukan) operasi orang gila di Cilacap, Kebumen dan Solo. Ada 20 yang didapat,” tambahnya.
         Hampir sepekan jalannya masa kampanye, berdasarkan pantuan, kampanye hitam di media sosial yang tujuannya menjatuhkan pasangan calon lawan dalam pilkada mulai bermunculan di jawa tengah. Bahkan, polda jateng sendiri menemukan beberapa kasus yang saat ini masih didalami.
         “Kami temukan beberapa black campaign itu oleh tim Cyber Patrol, ada yang sedang kita dalami, ada juga yang kita selesaikan dengan menutup akun-akun yang ada,” pungkasnya.
       Kapolda Jawa tengah menambahkan, untuk saat ini, hasil deteksi dini gangguan kamtibmas baik yang membawa unsur agama atau pilkada di Jawa Tengah masih kondusif. Condro meminta anggotanya tidak lengah agar tidak ada provokasi menggunakan unsur-unsur tersebut. “Kita tidak ingin ada provokasi dengan isu agama. Hasil deteksi, di Jateng kondusif aman,” tuturnya. (Nh/El)