Home Headline Polda Jateng Amankan Sabu 2,2 Kg dan 266 Ekstasi dari Jaringan Solo

Polda Jateng Amankan Sabu 2,2 Kg dan 266 Ekstasi dari Jaringan Solo

498
Polda Jateng Amankan Sabu 2,2 Kg dan 266 Ekstasi dari Jaringan Solo

Semarang, 9/9 (BeritaJateng.net) – Direktorat Reserse Narkotika Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 2,2 kilogram dan 266 pil ekstasi di wilayah Solo.

Dalam pengungkapan ini petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka, dua orang tersangka ditangkap di sebuah tempat kos di Solo satu tersangka seorang napi Lapas kelas 1 Kedungpane Semarang.

Pengungkapan itu diawali penangkapan pria berinisial LLK pada Kamis (5/9) pukul 13.15 WIB di tempat kosnya, Jalan Bungur 01 No 05, Kecamatan Banjarsari, Surakarta.

“Awalnya ditangkap satu tersangka berinisial LLK dengan barang bukti 2 gram sabu-sabu dan 100 butir ekstasi,” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah Kombes Wachyono, saat gelar perkara di Mapolda Jawa Tengah.

Polda Jateng Amankan Sabu 2,2 Kg dan 266 Ekstasi dari Jaringan Solo

Dari tersangka LLK dilakukan pengembangan dan ditangkap  VMT rekan kos tersangka LLK. Dari tangan VMT, mengamankan sejumlah barang barang bukti, 29 paket sabu dengan total berat 2,2 kg, 166 butir ekstasi, dan 1 pucuk airsoft gun.

“Dikembangkan, ternyata LLK berhubungan dengan Vior (VMT). Geledah di yang sama didapati sabu 2.202 gram atau 2,2 kg dalam 29 peket siap edar,” jelasnya.

Dari pengakuan kedua tersangka yang merupakan kurir, bisnis narkotika tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Maryoto dari LP Kedungpane Semarang.

Petugas yang langsung menjemput Maryoto di LP Kedungpane, lalu melakukan penggeledahan bersama petugas lapas.

Barang bukti

“Dari pengembangan tim kami, mereka dikendalikan dari Lapas Kedungpane. Langsung koordinasi dengan KPLP tangkap MR,” imbuhnya

Dari penggeledahan itu, petugas mengamankan sebuah telepon seluler yang diduga digunakan Maryoto untuk mengendalikan bisnisnya.

Maryoto merupakan narapidana kasus narkotika yang sedang menjalani masa hukuman 14 tahun 6 bulan. Dia sudah dua kali masuk penjara terkait peredaran narkoba di Surakarta.

Dari pengakuan dua tersangka yang ditangkap di Solo, mereka dijanjikan Rp 20 juta untuk mengedarkan sabu dan ekstasi. Wilayah edarnya Solo Raya.

“Akan diedarkan di Solo dan sekitarnya. Dengan pengungkapan ini, setidaknya kita selamatkan 11 ribu generasi muda dari penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka yang ditangkap dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman mati. Saat ini kasus tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan lainnya. (Nh/El)