Home Hukum dan Kriminal Poda Jateng Intensifkan Antisipasi Gafatar

Poda Jateng Intensifkan Antisipasi Gafatar

Ilustrasi

Semarang, 13/1 (BeritaJateng.net) – Menyusul maraknya laporan orang hilang yang diduga bergabung dengan aliran Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara), Kombes Pol Gagas Nugraha, selaku Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng, menyatakan akan berkoordinasi dengan Polda DIY untuk melakukan upaya baik preventif maupun represif.

Hal itu ditegaskan oleh Gagas kepada para wartawan saat berada di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (13/1) siang.

“Kami nantinya akan berkoordinasi dengan Polda DIY, karena awal munculnya kasus itu di Yogyakarta,” ujarnya.

Selain itu, Gagas juga menghimbau kepada masyarakat, apabila ada diantara keluarganya yang hilang untuk segera melapor kepada pihak berwajib.

“Tentunya disertai dengan bukti-bukti otentik. Sehingga kami bisa mengetahui motifnya,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa laporan dari masyarakat tentang hilangnya seseorang terus bermunculan, pasca mencuatnya kasus dr. Rica yang ditemukan di Kalimantan, setelah dikabarkan meninggalkan rumah tanpa kabar.

Baru-baru ini terjadi terhadap Silvi Nurfitriani (20) mahasiswa Teknik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), jurusan jurusan perencanaan wilayah dan kota.

Pihak Kampus UNS yang diwakili Dekan Fakultas Teknik UNS Sholihin As’ad membenarkan adanya mahasiswa UNS yang dikabarkan hilang dan ikut kelompok Gafatar. Namun yang tercatat dalam database di UNS adalah Selvi Nurfitriani bukan Silvi Fitrianti.

“Data yang tercatat Fakultas Teknik jurusan perencanaan wilayah dan kota bernama Selvi Nurfitriani, beralamat jalan Klampok Rt 3/V Banjarnegara” terangnya, di Kampus UNS Solo, Jawa Tengah.

Sholihin As’ad menyampaikan bahwa Selvi Nurfitriani tercatat sebagai mahasiswa semester V. Silvi diterima di Fakultas Teknik jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota sejak tahun 2013. Dan menurut data pihak kampus dalam semester Genap ini Selvi tidak registrasi ulang.

Sholihin juga menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan langsung dari pihak keluarga bahwa sejak Desember 2015, Silvi hilang. Keluarga Silvi juga menunjukkan secarik surat yang sengaja ditinggalkan Silvi. Isinya Silvi pamit pergi dan jangan di cari, karena ingin berjuang dijalan yang benar.

Selain Silvi, ada satu lagi mahasiswa UNS yang satu fakultas dengan Silvi juga ikut menghilang yakni Finda Amalia Ma’ruf, yang beralamat di Pelem, Rt 1/14 Purwosari, Wonogiri, Jawa Tengah juga hilang.

“Namun menurut informasi, Finda justru menghilang juga bersama orang tuanya. Sehingga, pihak kampus kesulitan untuk berkoordinasi,” jelasnya. (Bjt02)