Home Headline PNS Kendal Dipenjara 16 Bulan

PNS Kendal Dipenjara 16 Bulan

452
0
Suasana sidang putusan korupsi dana pendidikan pemkab Kendal.

— Korupsi Dana Alat Peraga Pendidikan Kendal 2012

Semarang, 31/3 (BeritaJateng.net) – Para terdakwa korupsi Alat Peraga Pendidikan Kendal tahun 2012 divonis 16 penjara dan denda masing-masing Rp 50 juta dalam sidang putusan di pengadilan tipikor Semarang, Kamis.

Para terdakwa yang merugikan negara Rp 6,3 milyar itu masing-masing Muryono, Ciptono, Sudar, Agus yang merupakan PNS di Pemkab Kendal dan pemilik lahan kantor CV Aurora Puspita, Mardiana alias Ana yang divonis paling tinggi yakni 3 tahun penjara dan juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pengembalian uang pengganti (UP) Rp 1,7 miliar subsidair 2 tahun.

“Membebaskan para terdakwa dari dakwaan primair Pasal 2 dan menyatakan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP sesuai dengan dakwaan Subsider,” kata majelis hakim yang dipimpin, Gatot Susanto SH MH dalam amar putusannya.

Dalam pertimbangannya majelis hakim yang dipimpin Gatot menyebutkan, hal-hal yang memberatkan untuk ketiga terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara untuk terdakwa Ana terbukti menikmati hasil korupsi yang merugikan keuangan negara dan tidak mengakui perbuatanya.

“Hal-hal yang meringankan ketiga terdakwa tidak menikmati hasil kejahatanya dan para terdakwa mempunyai tanggungan keluarga. Selain itu, para terdakwa bersikap sopan dalam persidangan,” sebutnya.

Dalam putusan tersebut Ketiga PNS Pendidikan Kendal menerima putusan dari Hakim dari jaksa penuntut umum dan Sedangkan Ana menyatakan pikir – pikir untuk koordinasi.

Untuk Jaksa penuntut Umum (JPU) sendiri menyatkan pikir – pikir untuk koordinasi dengan pimpinannya. Oleh Hakim kemudian memberikan waktu selama satu minggu untuk pikir-pikir dan selanjutnya apabila tidak ada menyatakan sikap dianggap menerima.

“Kalau dirinya dijebloskan ke jeruji besi seharusnya para pelaku utama lainya juga dijebloskan. Menurutnya semua itu tidak adil,” ujar Mardiana alias Ana. (MG2)