Home Ekbis PNM Dorong UMKM Agar Tetap Eksis Di Masa Sulit

PNM Dorong UMKM Agar Tetap Eksis Di Masa Sulit

aria Bimo
Solo, 8/9 (BeritaJateng.net) – Lesunya perekonomian yang melanda negeri ini membuat PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai BUMN untuk pengembangan UMK-M yang memadukan aktifitas pembiayaan dan pengembangan kapasitas (capacity Building).   

Temu UMK Jawa Tengah juga dihadiri Direktur Utama Parman Nataatmadja dan  Prasetijono Widjojo selaku Komisari Utama PT PNM (Persero), juga dihadiri anggota komisi VI DPR-RI Aria Bima, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Suharto dan beberapa tokoh masyarakat Jawa Tengah lainnya. 

Aria Bima menyebutkan sebagai lembaga profesional di bidang pemberdayaan UMK, PNM selalu berupaya untuk membantu dalam bentuk apapun bagi para pelaku UMK sesuai kebutuhan mereka.

PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) sendiri tugas utamanya  adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar

“Fenomena Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 sudah didepan mata, persaingan usaha akan menjadi momok besar bagi pelaku UMK. Pelaku UMK khususnya nasabah binaan ULaMM PNM untuk dapat lebih percaya diri dalam meng-eksploitasi serta mempromosikan produknya,” jelasnya di Solo Jawa Tengah. 

Ario Bimo juga menghimbau pada  Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) 
PNM agar bisa  membantu  para pelaku Usaha Mikro Kecil agar bisa memberikan manfaat bagi para pelaku UMK se-Jawa Tengah terkait  program pembiayaan. Dimana para nasabah akan didampingi dan di bina untuk mengembangkan produknya agar  berhasil di pasaran dan memiliki kualitas yang baik. 

Namun pengembangkan potensi pelaku UMK di Indonesia tidak bisa hanya dengan memberikan bantuan  pembiayaan saja, melainkan dukungan yang disertai dengan  pembinaan. Bentuk pembinaannya bukan sekadar monitoring pasca pencairan pembiayaan saja, melainkan dari sebelum pembiayaan dan akhirnya mendapatkan pembiayaan.

“Sampai nantinya pelaku UMKM  mampu meningkatkan pendapatan bagi keluarga juga memperluas eksistensi jaringan usahanya secara umum bahkan hingga taraf internasional,” paparnya. 

Sementara itu Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja, mengaku bahwa PNM mendapat kepercayaan untuk pengembangan UMK di Indonesia melalui tambahan Penyertaan Modal Negara (PNM) sebesar Rp. 1 Triliun dalam tahun anggaran 2015. 

Rencana kerja target korporasi UlaMM PNM di 2019 adalah mampu menjangkau pelaku UMK seluruh Indonesia hingga kepelosok daerah dan dapat menjangkau serta membina lebih dari 1 juta pelaku UMK di Indonesia. (BJ24)