Home Lintas Jateng PKS-PAN Koalisi dalam Pilkada Solo

PKS-PAN Koalisi dalam Pilkada Solo

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Solo, 25/2 (BeritaJateng.net) – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Surakarta 2015, peta politik di kota Solo mulai bergerak. Beberapa partai politik (Parpol) sudah melakukan lobi-lobi untuk menyamakan visinya ke arah koalisi.

Salah satunya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surakarta, yang mendapat jatah 5 kursi di Legislatif akan berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan juga berkoalisi dengan partai lain untuk menghadapi Pilkada 2015. Dalam Pileg lalu PAN meraih empat kursi di DPRD Solo.

Sehingga Koalisi PKS-PAN saja sudah sudah memenuhi persyaratan undang-undang untuk mengusung calon wali kota sendiri memiliki sembilan kursi atau 20% dari jumlah kursi di DPRD dan masih di dapat dari jumlah perolehan kursi dari PPP.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang No 1 Tahun 2015 tentang Pilkada, partai atau gabungan partai yang bisa mengajukan calon kepala daerah minimal memiliki 20 persen kursi DPRD atau 25 persen perolehan suara .

Ketua DPD PAN Solo, Umar Hasyim menyebutkan, Partai Amanat Nasional (PAN) akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan juga Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU).

“Penandatangan MoU koalisi sudah dilakukan Senin (23/2) malam. Selain, PAN dan PKS, MoU juga ditandatangai Partai Persatuan Pembangunan (PPP),” jelasnya ketika ditemui wartawan di Solo Jawa Tengah, Rabu (25/2/2015).

Lebih lanjut Umar menyebutkan selain PAN, PKS dan juga PPP ada tiga partai lainnya yang ikut rapat. Yaitu Golkar, Gerindra dan PBB (Partai Bulan Bintang). Baru tiga partai saja yang mau menandatangani MoU.

“Sedangkan Partai Golkar dan Gerindra belum meminta tyenggat waktu penundaan. Sedangkan PBB tidak hadir saat penandatanganan,” lanjutnya.

Umar Hasyim menjelasakan koalisi dari beberapa partai tersebut akan mengusung nama Koalisi Solo Bersama. Deklarasinya menunggu sampai semua partai menandatangani MoU. Kemungkinan deklarasi akan dilakukan awal Maret 2015.

“Usai deklarasi baru membentuk tim penjaringan calon walikota dan wakil walikota,” tandasnya. (BJ24)

Advertisements