Home Headline PKM Diberlakukan Semarang Senin Ini, Pernikahan KUA Hanya Dihadiri 10 Orang

PKM Diberlakukan Semarang Senin Ini, Pernikahan KUA Hanya Dihadiri 10 Orang

417
Ilustrasi pernikahan.

Semarang, 27/4 (BeritaJeteng.net) – Mulai hari Senin (27/4) Kota Semarang memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) non-PSBB. Aparat akan turun tangan. Sejumlah aturan diberlakukan seperti penutupan rental playstation hingga tamu acara pernikahan dibatasi hanya 10 orang.

Pemberlakuan PKM ditegaskan dalam Peraturan Walikota (Perwal) No 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kota Semarang.

Pembatasan dalam Perwal tersebut meliputi aktivitas pendidikan, kegiatan bekerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat umum, kegiata sosial dam budaya, serta pergerakan orang menggunakan moda transportasi.

“Intinya mereka boleh aktivitas kegiatan tapi SOP dilakukan dengan baik dan akan kita kontrol. Misal tempat duduknya harus beri jarak, pakai masker, dan lainnya,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam keterangannya melalui video.

Aktivitas pendidikan dilakukan dari rumah. Terkait aktivitas pekerjaan, setiap institusi atau perusahaan diminta untuk mengatur jam kerja pelayanan dan jumlah pekerja yang masuk. Sedangkan pembatasan kegiatan keagamaan, Pemkot Semarang meminta masyarakat untuk mengikuti imbauan atau fatwa lembaga atau tokoh agama.

Disebutkan dalam Perwal, seluruh tempat wisata atau tempat hiburan agar tutup termasuk bioskop, rental playstation atau game center, diskotik, panti pijat, bar dan sejenisnya.

“Ada keterlibatan masyarakat, RT, RW, LPMK untuk mengawal ini, serta tim patroli yang terdiri dari satuan wilayah TNI, Polri dan Pemkot juga kita turunkan,” kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu.

Untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dan sektor informal yang menggunakan fasilitas umum berupa ruang terbuka publik masih diberi keleluasan, namun dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Sedangkan pasar tradisional, toko modern dan restoran atau cafe diperbolehkan buka dengan jam buka toko modern dari jam 07.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Restoran diperbolehkan buka dari jam 11.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan menjalankan protokol kesehatan. “Lebih ke arah untuk pesan antar makanan atau bungkus,” tegasnya.

Dalam pembatasan kegiatan sosial dan budaya, kegiatan seperti konser, sarasehan, festival dan lainnya yang menimbulkan kerumunan ditiadakan. Termasuk pesta pernikahan yang hanya dibatasi boleh di KUA atau kantor catatan sipil.

“Dihadiri oleh kalangan terbatas maksimal sebanyak 10 orang. Tidak mengadakan acara resepsi pernikahan dan mengundang keramaian dan menerapkan protokol kesehatan,” kata Hendi dalam Perwalnya.

Sementara itu terkait pembatasan moda transportasi umum dan moda transportasi barang diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut, membatasi jumlah orang paling banyak 50 persen dari kapasitas angkutan, pembatasan jam operasional mulai dari pukul 04.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB, kecuali taksi dan ojek, dan untuk menerapkan protokol kesehatan terhadap petugas dan penumpang. (El)