Home Headline PKL Liar Kawasan Tri Lomba Juang Ditertibkan

PKL Liar Kawasan Tri Lomba Juang Ditertibkan

261
PKL Liar Kawasan Tri Lomba Juang Ditertibkan

Semarang, 11/6 (BeritaJateng.net) – Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner dan tambal ban yang menempati lokasi di trotoar Jalan Tri Lomba Juang, Mugassari, mulai disterilkan. Petugas Satpol PP Kota Semarang telah membongkar sebagian kios semi permanen yang berada di lokasi tersebut pada Selasa (11/6).

Mereka selanjutnya akan direlokasi ke Jalan Jayengan, Barusari, Semarang Selatan atau belakang Pasar Bulu. Rencana relokasi akan dilakukan sepekan mendatang, yakni pada 18 Juni. Ada sekitar 26 kios yang terdiri atas PKL kuliner dan penambal ban. Di sana, pedagang dan penambal ban akan diberikan tempat berupa selter.

”Kami akan mulai kembali melakukan pembongkaran pada Rabu ini. Untuk pembangunan selter diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar 4-5 hari. Jadi, mereka pekan depan sudah dapat direlokasi ke belakang Pasar Bulu. Kami perkirakan jumlah penambal ban yang aktif beroperasi hanya ada sekitar 7-8 orang, ditambah dengan PKL Kuliner. Paling hanya ada belasan saja,” ujar Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, ditemui di sela-sela pembongkaran kios semi permanen tersebut, Selasa (11/6).

Penertiban tersebut dilakukan karena lokasi sekitar rencananya akan dimanfaatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang untuk kawasan olahraga serta pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain itu, lokasi berada di pusat kota sehingga keindahan dan kebersihan menjadi prioritas utama dari Pemkot Semarang untuk membuat kawasan tersebut lebih rapi.

”Pemkot Semarang menginginkan agar lingkungan sekitar GOR Tri Lomba Juang harus steril dari PKL. Mulai dari Jalan Tri Lomba Juang, Jalan Pandanaran II, hingga Jalan Menteri Supeno. Selama ini dianggap terlihat kumuh sehingga mengurangi keindahan kota,” tambah dia.

Sementara itu, seorang penambal ban di Jalan Tri Lomba Juang, Amongrogo (51), mengaku, telah mendapatkan pemberitahuan dari dinas terkait mengenai rencana relokasi tersebut. Dirinya telah 31 tahun menempati lokasi tersebut untuk memberikan jasa tambal ban.

”Di sini, awalnya hanya digunakan untuk para penambal ban saja. Namun kemudian juga dimanfaatkan bagi PKL Kuliner. Namun, mereka kemudian banyak yang telah bergeser ke area sekitar Taman Indonesia Kaya (TIK). Kami bersedia pindah karena telah disediakan relokasi dan selter untuk ditempati,” kata dia, yang juga merupakan pembina paguyuban penambal ban di Jalan Tri Lomba Juang. (El)