Home Lintas Jateng PKL Ini Ditertibkan Jelang Penilaian Adipura?

PKL Ini Ditertibkan Jelang Penilaian Adipura?

image
Penertiban PKL oleh Satpol PP

Kudus, 5/5 (Beritajateng.net)-Seperti tahun sebelumnya, setiap akan kedatangan tim penilai Adipura, Pemkab Kudus selalu disibukkan bersih-bersih dengan harapan mendapat penghargaan. Demikian juga yang terjadi pada Selasa (5/5), puluhan petugas Satpol PP bersama Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) menertibkan pedagang kaki lima yang ada di Jalan Agil Kusumadya dan Jalan Sosrokartono. 

Bukan hanya itu, pedagang kaki lima lainnya yang ada di Jalan HM Basuno dan sekitar Pasar Bitingan juga tak luput dari incaran petugas. Menanggapi ketegasan yang tidak konsisten seperti itu, pedagang kaki lima berkomentar sebaiknya pemerintah tidak perlu mengeluarkan penghargaan Adipura. 

”Kalau Adipura hanya menyengsarakan rakyat kecil, sebaiknya ditiadakan saja. Buat apa ada penghargaan kalau caranya hanya akal-akalan saja,” tegas salah satu pedagang yang ada di Jalan Sosrokartono, Bu Sumi (47). 

Masih menurut Bu Sumi, selama ini dia dan pedagang yang lain mengandalkan hidup dari berjualan kebutuhan sehari-hari di pinggir jalan yang berdekatan dengan brak (gudang) produksi rokok. Jika sedang tidak ada penilaian Adipura, Pemkab tidak pernah melakukan penertiban. ”Gak taulah mas, program kok ujung-ujungnya hanya menyengsarakan rakyat kecil. Mungkin pejabat pemerintah itu bangga kalau melihat rakyatnya sengsara,” ujarnya. 

Sementara itu menurut Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil, penertiban yang dilakukan sebagai upaya menegakkan peraturan. Di lokasi yang sama, dikatakan sudah dua kali dilakukan penertiban namun masih banyak pedagang yang membandel.     
Sedangkan menurut Plt Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kudus, pihaknya berencana menyediakan tempat untuk berjualan yang lokasinya berdekatan dengan tempat mereka berdagang. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan kosong yang siap menyewakan lahannya untuk para pedagang. ”Tetapi kalau pedagang nantinya diminta membayar sewa tempat berdagang, dan kami menarik retribusi sampah apakah mereka bersedia,” jelasnya. (BJ12)