PIP Semarang Perkuat Pendidikan Vokasi, Latih Warga Miskin Jadi Pelaut

Direktur PIP Semarang Capt Wisnu Handoko

SEMARANG, 10/1 (BeritaJateng.net) – Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Gajahmada (UGM) untuk memperkuat pendidikan vokasi. Pendidikan ini  digagas oleh Kementrian Perhubungan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu dnegan memberikan kompetensi dasar kelautan.

Direktur PIP Semarang Capt Wisnu Handoko, mengatakan jika program pemberdayaan masyarakat untuk pelatihan kompetensi dasar kelautan ini rencananya akan dilaunching pada 12 Januari mendatang, dengan taget peserta sebantak 6.150 di Jateng – DIY untuk ikut dalam program pengembangan masyarakat.

“Ini program dari Presiden Jokowi untuk memaksimalkan potensi maritim, tahun ini ada sekitar 6.150 pemuda dari kalangan tak mampu ikut dalam pelatihan dasar kelautan dengan menggandeng UGM dan Undip,” katanya.

Pelaksanaan program yang tersebut, lanjut dia diharapkan pemuda yang berasal dari keluarga tidak mampu ini bisa bekerja sebagai anak buah kapal mulai dari kelas yang paling bawah yakni kelasi namun memiliki gaji yang lebih tinggi. UGM dan Undip sendiri digandeng untuk melakukan requitment calon peserta pelatihan.

“Dana yang digelontorkan sebesar Rp 21, miliar, proses requitmentnya bekerjasama dengan Undip dan Ugm,” ungkapnya.

Syarat ikut pelatihan tersebut yakni memiliki usaia minimal 17 tahun dan maksimal 30 tahun dengan pendidikan terakhir setingkat SMP, serta tidak buta warna dan sehat jasmani rohani. Rencananya peserta pelatihan akan dibagi menjadi beberapa gelombang hingga bulan November mendatang. ” Setiap gelombang akan menghabiskan waku 14 hari pelatihan dasar kelautan,” tuturnya.

Pelatihan dasar yang diberikan sendiri ada tiga materi yakni basic safety training, security awarness training, advance fire fighting training yang merupakan pelatihan dasar yang harus dimiliki pekerja kapal tingkat kelasi. Selain itu para peserta training ini akan mendapatkan fasilirta berupa modul pembelaran dan arusansi. “Peserta juga akan dibuatkan sertifikat kellautan sebagai bukti kompetensi yang dimiliki dan ditawarkan kepada perushaan pelayaran sebagai tenaga kerja,” bebernya.

Usai mendapatkan pengalaman, dirinya berharap agar lulusan peserta pendidikan vokasi ini bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Rencananya pelatihan golombang pertama akan dimulai pada 16 Januari mendatang. (EL)

Tulis Komentar Pertama