Home Lintas Jateng Pilkada Kota Surakarta Mati Suri

Pilkada Kota Surakarta Mati Suri

— Calon Boneka Terasa Nyata Adanya

Solo 13/11 (BeritaJateng.net) – Harapan untuk menjadikan kota Surakarta sebagai barometer pesta demokrasi dalam pilkada serentak nampaknya sirna, banyak harapan bahwa Kota Solo adalah kota yang demokratis saat ini sudah tidak bisa diharapkan lagi, pasalnya desas desus yang berkembang di masyarakat sangatlah mengecewakan karena munculnya isu calon boneka seolah olah memang nyata adanya.

Kalangan aktivis akademisi dan masyarakat pinggiran kota serentak tanpa koordinasi menilai demokrasi di kota Surakarta telah mati suri dengan adanya calon boneka.

“Gak perlu di perdebatkan atau di pertanyakan, kami rakyat kecil sudah bisa nenilai dan merasakan kalau isu calon boneka sudah jelas saat ini kami sudah bisa menjawab sendiri,” ujar Kurniawan Warga Jebres.

Pasangan Calon Walikota Surakarta Rudyatmo dan Ahmad Purnomo sudahlah nampak pasti menang dalam pertarungan PILKADA Kota Surakarta, bukan masalah Rudy sudah banyak dikenal masyarakat Kota Surakarta, melainkan karena Anung Indro Susanto dan Fajri hanyalah pelengkap kompetisi pesta demokrasi, mencalonkan diri hanya sebagai formalitas data di KPU untuk memenangkan Rudy.

“Bahkan Rudy tidurpun akan jadi Walikota lagi,” ujar Takdir Leola Pengurus Badko HMI Jateng/DIY.

Sudahlah jelas sang PNS yang mengajukan pensiun dini dialah Anung sang bawahan politikus PDI Perjuangan, sama sama pegang kartu joker jadi Anung gak punya pilihan selain pensiun dini dan menjadi calon pelengkap dalam Pilkada kota Surakarta. Sudah menjadi rahasia umum sehingga warga Solo juga tidak ada antusias untuk membahas apalagi ikut serta dalam pesta demokrasi yang sudah cacat ini.

“Pesta Demokrasi di Kota Surakarta sudah benar benar mati suri, bukan lagi isu calon boneka tetapi sangat terasa nyata adanya isu itu,” Tegas Takdir Leola yang juga dipercaya sebagai Koordinator FORMADEM (Forum Mahasiswa untuk Demokrasi) Solo Raya dalam keterangan pers.

Walaupun Anung sudah menegaskan keseriuasannya dan juga menepis anggapan sebagai calon boneka. Banyak kalangan memiliki anggapan Anung tidak serius dan hanya menjadi calon boneka, pasangan Anung-Fajri sangatlah kentara bermain mata dengan pasangan F.X. Hadi Rudyatmo (Rudy)-Achmad Purnomo.

“Didasarkan pada survei tim investigasi analisis data di lapangan serta informasi yang berkembang di masyarakat kota Surakarta yang sampai saat ini tidak merasakan akan datangnya pesta demokrasi, terkesan adem ayem tanpa persaingan. Itulah kenyataan yang ada di masyarakat saat ini,” ungkap takdir Pengurus Badko HMI Jateng/DIY. (BJ)