Home News Update Pilkada Kota Semarang Berpeluang Head to Head

Pilkada Kota Semarang Berpeluang Head to Head

Ilustrasi

Ilustrasi

Semarang, 29/1 (BeritaJateng.net) – Pemilihan Wali Kota Semarang 2015 berpeluang “head to head” karena minim figur yang sanggup menandingi petahana (incumbent), kata pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono.

“Kecenderungan yang terjadi sampai sekarang ini kan belum ada figur yang bisa menandingi elektabilitas dan popularitas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang memutuskan maju lagi,” katanya di Semarang, Kamis.

Kalangan partai politik di luar PDI Perjuangan, kata dia, sampai sekarang juga masih kebingungan menemukan figur yang sanggup menyaingi Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, untuk diusung pada pilwakot.

Dengan minimnya figur yang sanggup menandingi figur “incumbent”, pengajar FISIP Undip itu mengakui peluang terjadinya “head to head” atau hanya dua calon yang bertarung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat sangat besar.

“Kalau sampai terjadi ‘head to head’, pertarungan akan sangat kompetitif. Peluangnya, perolehan suara kedua calon bisa sama-sama kompetitif, atau salah satu calon bisa menang telak,” katanya.

Menurut dia, selama ini kedekatan yang dibangun Hendi sebagai wali kota kepada masyarakat sangat erat dengan banyaknya intensitas turun ke tengah masyarakat sehingga elektabilitas dan popularitasnya masih kuat.

“Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan kan bisa mengusung sendiri figur ‘incumbent’, mungkin dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sementara itu, parpol-parpol lain, seperti Golkar, PKS, Demokrat, PAN, dan Gerindra bisa saja berkoalisi,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, jika parpol-parpol ternyata tidak mau saling mengalah dalam menghadapi figur “incumbent”, bisa saja muncul lebih dari dua calon yang diusung parpol atau koalisi parpol pada pilkada.

“Dalam politik memang bisa saja muncul kejutan. Ya, bergantung pada kecerdasan politik para elite untuk mengusung figur yang tepat untuk menyaingi elektabilitas dan popularitas figur ‘incumbent’,” pungkas Teguh.

Sebagaimana diwartakan, sejumlah parpol di Kota Semarang sudah mulai menyiapkan diri menghadapi Pemilihan Wali Kota Semarang 2015, salah satunya dengan penjajakan koalisi, seperti dilakukan PKS dan Golkar.

Demokrat juga telah menjajaki komunikasi dengan sejumlah parpol, yakni Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN), dan rencananya mengajak PKS untuk bergabung dalam koalisi yang tengah dirancang.

Keinginan untuk menyolidkan barisan parpol yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) dilontarkan oleh Gerindra, sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) jajaki koalisi dengan PDI Perjuangan. (Ant/BJ)