Home Headline Pilkada Jateng, Ganjar – Yasin Jawara di Demak

Pilkada Jateng, Ganjar – Yasin Jawara di Demak

184
0
Pilkada Jateng, Ganjar - Yasin Jawara di Demak

Demak, 5/7 (BeritaJateng.net) – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Ganjar – Yasin, mengantongi jumlah suara terbanyak di Kabupaten Demak, pada gelaran Pilkada Jateng 2018.

Pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu, berhasil mengalahkan pesaingnya, pasangan Sudirman – Ida, berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi pemungutan perolehan suara di Hotel Amantis, Rabu (4/7/2018).

Rapat pleno terbuka itu, dihadiri para saksi pasangan calon, Panwaslu Demak, Forkompinda Demak, dan sejumlah tamu undangan.

Pasangan Ganjar – Yasin memeroleh suara sebanyak 268.052, sedangkan pasangan Sudirman – Ida memperoleh 206.510 suara.

Dari data rekapitulasi KPU Demak, tercatat 474.562 suara sah dan 12.136 suara tidak sah. Total suara Pilkada Jateng di Kabupaten Demak pada 27 Juni 2018 sebanyak 486.698 suara.

Dari 14 kecamatan di wilayah Demak, pasangan Ganjar – Yasin unggul di 13 kecamatan, sedangkan perolehan suara terbanyak di Kecamatan Mranggen dengan total suara sebanyak 45.793.

Ketua KPU Demak, Mahmudi, mengatakan, pelaksanaan pesta demokrasi 2018 di Kabupaten Demak berjalan lancar dan kondusif.  KPU Demak sangat mengapresiasi para pasangan calon yang telah melaksanakan kompetisi politik secara wajar dan sportif.

“Kami sudah melaksanakan rekapitulasi tingkat kabupaten secara terbuka dan transparan bagi masyarakat yang akan mengaksesnya,” ucapnya.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak, sehingga pelaksanaan Pilkada Jateng di Kabupaten Demak berjalan lancar,” imbuhnya.

Bambang Setyabudi, Komisioner KPU Demak, Divisi Perencanaan dan Data, menambahkan, merujuk dari hasil rekapitulasi, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Demak mencapai 57, 48 persen atau meningkat sebesar 12 persen dibanding Pilkada Jateng periode sebelumnya.

“Total DPT Demak adalah 846.714 pemilih, sedangkan angka ketidakhadiran sejumlah 360.116 orang. Jadi , angka partisipasi pemilih tercatat sebesar 57,48 persen,” kata Bambang.

Ketidakhadiran tersebut, menurut Bambang, belum tentu terkategori golput. Alasannya, C6 atau surat pemberitahuan yang kembali banyak yang dikarenakan pemilih tersebut tidak memenuhi syarat karena meninggal, menjadi TNI atau Polri, atau karena bekerja keluar kota atau luar negeri.

“KPU gencar melakukan soaialisasi. Maka dari itu, ketidakhadiran belum tentu golput, sebab orangnya ada di sekitar lokasi TPS setempat tapi tidak hadir di TPS,” pungkasnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here