Home Nasional Pilkada 2018, Dua Wilayah Jadi Perhatian Kapolri

Pilkada 2018, Dua Wilayah Jadi Perhatian Kapolri

77
0
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

Semarang, 9/10 (BeritaJateng.net) – Jelang Pilkada Serentak 2018, Kepolisian Republik Indonesia telah memetakan peta kerawanan politik di tiap-tiap daerah yang akan menggelar pemilukada tahun 2018.

Diantara daerah yang akan menjadi perhatian khusus dari Polri adalah Wilayah Jawa Barat dan sebagian Wilayah Indonesia bagian Timur, seperti Papua dan Kalimantan Barat. Di wilayah tersebut dinilai rawan lantaran mempunyai wilayah yang cukup luas dan potensi isu sara yang cukup kuat.

“Yang agak rawan Jawa Barat, Jawa barat merupakan lumbung yang terbesar yang kedua di daerah timur seperti papua daerah lain yang cukup besar namun sentitif masalah potensi sara seperti kalimantan barat,” ungkap Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, usai mengikuti Apel Kepala Satuan Wilayah Polri dan Pengarahan dari Presiden Joko Widodo, di Akademi Kepolisian di Semarang, Senin (9/10) siang.

Kapolri mengaku telah merapatkan dengan jajarannya untuk langkah antisipasi. Kapolri juga menginstruksikan para jajarannya untuk dapat sesegera mungkin melakukan pendekatan-pendekatan terhadap stakeholder pilkada di daerahnya masing-masing, termasuk juga kepada para tokoh agama.

“Masih ada 8 bulan, jadi kita minta Kepala Wilayah (Kapolda, Kapolres) untuk melakukan analisa dan evaluasi dan sudah saya sampaikan langkah yang harus di kerjakan. Langkah ini juga akan saya (Kapolri) analisa dan evaluasi sampai dengan bulan desember,” tambahnya.

Kapolri juga mengingatkan supaya media massa dapat lebih arif dan bijak dalam menyajikan pemberitaan. Ini supaya suhu politik pada pilkada tetap terpelihara dan tidak memanas.

Bahkan Tito mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada jajarannya yang tidak dapat menjalankan perintahnya dengan baik dan tak segan untuk mengganti Kepala Wilayah yang tidak dapat bekerja dengan maksimal dalam mengamankan wilayahnya, namun ia juga akan memberikan apresiasi kepada jajarannya yang telah bekerja optimal.

“Sampai bulan desember yang melaksanakan baik akan saya pertahankan bahkan bila perlu akan promosikan, tapi yang tidak melaksanakan langkah langkah yang saya arahkan akan saya ganti dengan pimpinan yang lebih baik,” tegasnya. (Nh/El)