Home Nasional Pihak Bandara Larang Penumpang Berkata “Bom”

Pihak Bandara Larang Penumpang Berkata “Bom”

658
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, ketika melakukan tinjauan dan memantau keamanan di Bandara Ahmad Yani.
**Angkasa Pura Tingkatkan Pengamanan Lebaran
Semarang, 9/7 (BeritaJateng.net) – Pihak Angkasa Pura I yang menangani bandara Ahmad Yani Semarang melarang para penumpangnya untuk berkata “bom” ketika berada di pesawat atau di sekitar bandara. Larangan itu juga termasuk candaan tentang bom dan terorisme. Karena dengan terdeteksinya kata “bom”, yang mengatakan akan diamankan oleh pihak keamanan bandara.
Hal itu disampaikan Priyo Jatmiko, ketika menerima kunjungan Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, Jumat (8/7) di Bandara International Ahmad Yani Semarang.
Menurutnya, menghadapi arus mudik Lebaran 2016, pihaknya memperketat pengamanan. Ada empat posko dan satu basecame personel, yang masing-masing posko ditempatkan 6 petugas keamanan, terdiri dari gabungan TNI, polri, kesehatan, dan petugas keamanan bandara.
“Fasilitas keamanan lengkap, beserta 73 personel internal bandara. Selain itu juga ada 62 BKO dari TNI maupun Polri. Kami berharap penumpang tak bercanda soal bom di sekitar bandara, daripada diamankan petugas,” katanya.
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan, pihaknya akan mendorong pihak Angkasa Pura meningkatkan fasilitas dan keamanan di Bandara Ahmad Yani. Apalagi Ahmad Yani merupakan bandara yang sangat strategis, karena berada di Ibu Kota Jateng.
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, ketika melakukan tinjauan dan memantau keamanan di Bandara Ahmad Yani.
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, ketika melakukan tinjauan dan memantau keamanan di Bandara Ahmad Yani.
“Maka diharapkan Angkasa Pura bisa mengembangkan potensi. Pelayanan bandara dituntut lebih baik karena kebutuhan sektor transportasi selalu meningkat, termasuk penerbangan,” katanya.
Sementara di tempat terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi beserta Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu terus melakukan pemantauan arus mudik maupun balik Lebaran 2016.
Pantauan dilaksanakan melalui monitoring room di Pusat Informasi Publik (PIP) Kota Semarang yang terletak di Balai Kota Semarang. Ruangan tersebut berisi banyak layar yang menampilkan rekaman CCTV di berbagai sudut Kota Semarang secara live.
Tak hanya melalui ruang monitor, beberapa kali pimpinan daerah Kota Semarang ini juga meninjau langsung di Jalan Kaligawe maupun di wilayah-wilayah terancam rob.
Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan, antisipasi rob di Jalan Kaligawe yang menjadi jalur mudik akan diprioritaskan dalam penanganan.
Pihaknya juga meminta pengelola Bus Rapid Transit (BRT) Semarang untuk tidak menaikkan tarif selama Lebaran. Tarif BRT pun akan diberlakukan sama, yakni Rp 3.500, baik untuk dewasa maupun anak atau pelajar.
Petugas piket selter Simpanglima, Ika Noven mengatakan, memang tidak ada kenaikan tarif BRT selama Lebaran. Menurut dia, pemudik mendominasi pemakaian BRT, mereka ingin merasakan berkeliling Kota Semarang dengan transportasi umum ini.
“Adapun rute yang ramai ialah jurusan Penggaron-Mangkang. Hal itu karena banyak penumpang yang ingin berekreasi ke Kebun Binatang. Padahal pada hari biasa rute ramai ialah Terboyo- Ungaran dan Stasiun Tawang- Cangkiran,” ungkapnya. (Bj05)
Advertisements