Home Ekbis Phapros Optimistis Tingkatkan Laba Bersih Jadi Rp. 63 Miliar di Akhir Tahun

Phapros Optimistis Tingkatkan Laba Bersih Jadi Rp. 63 Miliar di Akhir Tahun

PT Phapros Tbk

JAKARTA, 24/10 (BeritaJateng.net) – Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga jelang akhir Semester II/2015 masih lambat. Namun, Bank Indonesia memprediksi, pertumbuhan ekonomi kuartal III/2015 sebesar 4,85% atau lebih baik dibandingkan kuartal I dan II yang hanya sebesar 4,7% dan 4,67%.

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat juga masih fluktuatif. Bahkan, beberapa bulan lalu sempat terjun bebas ke level Rp 14.500/USD. Depresiasi Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat tentu saja mempengaruhi pertumbuhan industri farmasi dalam negeri, mengingat lebih dari 90% bahan bakunya masih impor.

Meski demikian, ancaman depresiasi rupiah yang diprediksi masih akan terus terjadi hingga tahun 2016, tidak menyurutkan langkah PT Phapros, Tbk, untuk menggenjot pendapatan.

“Kami akan fokus ke target pencapaian akhir tahun dengan memperhatikan produksi serta supply produk, sehingga nanti kami optimistis bisa meningkatkan laba bersih jadi Rp63 miliar atau naik sekitar 19% dari tahun lalu. Kami mendorong produksi produk agar supply tetap terjaga dan tim marketing bisa fokus ke penjualan yang belum tercapai,” ujar Iswanto, Direktur Utama PT Phapros, Tbk.

Ia melanjutkan bahwa kinerja penjualan ketiga pilar portofolio produk Phapros, seperti obat jual bebas (over the counter), obat resep dokter non-generik (branded ethical) dan obat generik berlogo (OGB) mengalami kenaikan di tahun ini.

Data kinerja sampai dengan September 2015 menunjukkan bahwa penjualan keseluruhan portofolio produk Phapros meningkat dari Rp 358,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 493,3 miliar atau tumbuh sebesar 37,5%.

Dari ketiga portofolio produk Phapros tersebut, OGB masih menjadi penyumbang terbesar, yakni meningkat sebesar 48,2%. Pertumbuhan penjualan tersebut diikuti dengan peningkatan laba yang signifikan dari Rp 17,1 miliar pada September tahun lalu menjadi Rp 41,7 miliar pada tahun ini atau tumbuh 141%.

“Pada 19 Oktober kemarin, kami juga sudah melakukan bidding e-catalogue yang diperkirakan bisa diketahui hasilnya pada awal bulan November. Dari sana akan terlihat, berapa banyak produk yang dimenangkan Phapros dan berapa value nya. Setelah itu, kami akan fokus untuk persiapan supply produk e-catalogue 2016,” tambah Iswanto.

Selain target penjualan, target lain yang menjadi fokus Phapros di akhir tahun 2015 ini, adalah izin pembangunan pabrik baru di kawasan Ungaran, Jawa Tengah yang memakan waktu lebih dari yang dijanjikan.

“Kami perkirakan izin AMDAL akan selesai pada akhir Oktober ini. Setelah itu, kami akan mengajukan IMB dan izin industri. Sehingga kami harap bisa ground breaking pada akhir tahun depan. Karena memang prosesnya lama sekali,” kata Iswanto.

Perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang didirikan sejak 21 Juni 1954 ini juga berharap tahun ini bisa mempertahankan gelar PROPER HIJAU dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, RI.

PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja dalam Pengelolaan Lingkungan dan menjadi salah satu program andalan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellency). (Bj)