Home Ekbis Phapros Bagikan Dividen Sebesar Rp 43,5 Miliar

Phapros Bagikan Dividen Sebesar Rp 43,5 Miliar

354
0
Phapros Bagikan Dividen Sebesar Rp 43,5 Miliar

SEMARANG, 30/3 (BeritaJateng.net) – PT Phapros, Tbk yang juga merupakan anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2016.

Dalam RUPS tahun ini, Manajemen memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang 2016. Tahun 2016 lalu, Phapros berhasil meningkatkan kinerjanya baik dari sisi penjualan maupun laba. Adapun penjualan pada tahun 2016 mencapai Rp 816 miliar atau naik 18% dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 691 miliar.

Kontributor terbesar penjualan Phapros berasal dari segmen OGB di mana kontribusi dari penjualan obat generik tahun 2016 mencapai Rp396,5 miliar atau sekitar 49% dari total penjualan.

“Di sisi laba, perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar Rp 87 miliar atau naik 38% dibandingkan tahun 2015. Pertumbuhan kinerja yang dialami Phapros tersebut berada jauh di atas pertumbuhan rata-rata industri farmasi nasional sebesar 7,5%,” ujar Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy).

RUPS tahun ini juga menyepakati pembagian dividen sebesar Rp43,5 miliar atau 50% dari laba bersih perusahaan kepada pemegang saham.

Untuk terus meningkatkan performanya, tahun ini Phapros menyiapkan berbagai rencana strategis. Diantaranya adalah dengan meluncurkan 8 ampai 10 produk baru sepanjang 2017 untuk kategori obat generik dan etikal untuk mencapai target penjualan yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp 1 triliun.

“Khusus obat generik, Phapros memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 46% tahun ini atau Rp580 miliar dari target penjualan Rp 1 triliun. Tak hanya itu, Phapros juga membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 16% di tahun 2017 ini,” ujar Emmy.

Selain dari sisi penjualan dan laba, Phapros juga memiliki beberapa aksi perusahaan lainnya, seperti penerbitan Medium Term Notes (MTN) sebesar Rp 200 miliar untuk mengoptimalisasi pabrik dan menganggarkan capital expenditure (capex) sebesar Rp 290 miliar, di mana sebagian dari nilai capex dan MTN tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi dan mendanai pembangunan pabrik baru di Ungaran, sedangkan sisanya menggunakan dana internal perusahaan.

Berdasarkan pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh LKPP pada awla Maret lalu, Phapros juga menjadi salah satu pemenang tender e-katalog untuk proyek BPJS Kesehatan. Ada 41 jenis obat yang dimenangkan Phapros dengan nilai mencapai Rp 498 miliar atau 16% dari total nilai yang ditawarkan, yakni sebesar Rp 3 triliun.

“Diantara 41 jenis produk tersebut, Tablet Tambah Darah menjadi penyumbang nilai terbesar, yakni Rp 150 miliar,” jelas Emmy.

Tak hanya dari sisi finansial, tahun ini Phapros juga menargetkan PROPER emas serta terus berupaya untuk melakukan efisiensi energi agar kelestarian alam tetap terjaga. (El)