Home Hukum dan Kriminal Petugas Jaga Diam, Pasar Jadi Sasaran Empuk Pencuri

Petugas Jaga Diam, Pasar Jadi Sasaran Empuk Pencuri

Pencurian pasar

Kendal, 19/1 (BeritaJateng.net) – Ratusan pedagang di Pasar Sukorejo Kendal mengeluhkan atas pencurian yang kerap terjadi yang menimpa di kios-kios mereka. Aksi pencurian tersebut di lakukan oleh kawanan pencuri di waktu pagi dinihari.

Ironisnya, aksi pencurian yang marak terjadi sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir tanpa ada pencegahan maupun tindak lanjut dari petugas keamanan setempat.

Wartini (62) salah seorang pedagang kios mengaku kiosnya sering dibobol maling. Selama seminggu kasus pencurian bisa terjadi dua hingga tiga kali kejadian.

“Di Pasar Sukorejo ini sering terjadi mas. Yang di curi selain barang dagangan berupa sayuran, barang berupa kebutuhan pokok juga dicuri. Bahkan, alat timbangan pun tak luput dari aksi si pencuri,” ungkapnya.

Menurutnya, seminggu sekali para pedagang juga dikenakan wajib membayar uang keamanan sebesar Rp. 1.500,-. Meski sudah membayar uang keamanan, aksi pencurian kerap terjadi.

“Sebenarnya ada petugas keamanan, tetapi hanya satu orang. Itupun belum tentu mengawasi seluruh kios yang jumlahnya mencapai seratus lebih,” ujar Wartini.

Hal senada juga dikatakan Eti (40) pedagang sayuran ini mengatakan aksi pencurian ini sudah berlangsung lama. Namun sepertinya tida ada reaksi dan tindak lanjut dari petugas keamanan setempat.

“Belum lama ini saya baru saja kehilangan alat timbangan. Padahala alat tersebut baru saja saya beli, sebab alat timbangan yang lama hilang karena dicuri,” akunya sembari menunjukkan kunci gembok yang rusak akibat di rusak pencuri.

Eti menambahkan, seharusnya petugas keamanan yang menjaga pasar ini ditambah. Sebab, jika hanya seorang petugas keamanan saja masih kurang dan pasti tidak mampu menjaga kios pasar yang jumlahnya ratusan ini.

“Meski begitu, saya justru curiga. Jangan-jangan aksi pencurian ini, diduga petugas keamanan ada kongkalikong atau kerjasama dengan si pencuri. Sebab, setelah aksi pencurian terjadi, kios yang baru saja dicuri tidak di tarik uang keamanan,” tandasnya.

Malik (30) warga setempat yang tinggal dekat pasar juga menegaskan, banyak para pedagang sering mengeluh karena marak terjadi pencurian. Terlebih barang dagangan seperti jagung, kopi, dan cengkeh yang jumlahnya mencapai kwintalan. Kerap menjadi sasaran aksi kawanan pencuri.  

“Mereka sebenarnya mau melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian tapi mereka memilih diam. Sebab bagi mereka karena sudah ada petugas keamanan yang berjaga,” terangnya.  

Sementara itu, Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Sukorejo Hidayat mengatakan minimnya petugas jaga keamanan sering kali di manfaatkan pencuri untuk mencari kelengahan petugas.  

“Memang petugas keamanan di Pasar Sukorejo ini hanya sedikit. Padahal,  jumlah kiosnya sangat banyak. Pedagangpun juga kerap dihimbau agar waspada dan hati-hati atas aksi pencurian tersebut,”katanya.  

Lanjut Hidayat, kasus pencurian yang kerap terjadi di pasar sukorejo sebenarnya wewenang dan tanggung jawab petugas kepolisian. Tetapi apabila, aksi pencurian itu dibiarkan, berapa banyak kerugian yang harus ditanggung para pedagang.  

“Pedagang memang sering mengeluh. Selain sepi pembeli, dagangan berupa sayuran menjadi cepat layu dan busuk, sebab tidak tahan lama. Bukan hanya itu saja, modal mereka menjadi tidak kembali, karena merugi akibat sering dibobol pencuri,” imbuhnya. (BJ19)