Home Lintas Jateng Petani Sayuran di Magelang Masuki Musim Tanam

Petani Sayuran di Magelang Masuki Musim Tanam

Magelang, 4/12 (Beritajateng.net) – Kalangan petani sayuran di sejumlah kawasan gunung di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memasuki musim tanam berbagai komoditas hortikultura meskipun berhadapan dengan curah hujan yang makin intensif.

“Sekarang umumnya masuk musim tanam, memang curah hujan semakin tinggi dan kadang turunnya pagi tetapi juga sering malam hari hujan deras. Itu yang menjadi tantangan petani kami,” kata Penasihat Kelompok Tani Sidorejo Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, di kawasan Gunung Andong Supadi Haryanto di Magelang, Kamis seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan hujan yang intensif seringkali mengakibatkan tanaman mengalami busuk batang dan pertumbuhan tanaman sayuran menjadi kurang optimal.
Jika sering turun hujan deras, katanya, petani harus melakukan perawatan tanaman lebih intensif ketimbang saat cuaca normal.

“Kalau cuaca seperti sekarang ini, kami harus berlomba antara perawatan dengan cuaca hujan. Tetapi sebagai petani, kami tetap menanam,” katanya.

Sejumlah komoditas hortikultura yang umumnya ditanam oleh petani setempat saat ini, antara lain kubis, tomat, dan cabai. Masa tanam kubis sekitar 80 hari, tomat 100 hari, dan cabai enam bulan. Harga panenan terakhir kubis oleh petani setempat Rp1.200, tomat Rp3.000, cabai rawit merah Rp60.000, dan cabai merah keriting Rp50.000.

Kalangan petani di lereng Gunung Sumbing di Dusun Krandegan, Desa Sokamakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang sejak beberapa hari terakhir juga mulai menanam benih sayuran di areal hortikultura mereka.

“Kami mulai tanam, memang kendalanya hujan deras sering turun pada pagi hari. Ini rawan mengakibatkan tanaman busuk daun,” kata Wakil Ketua Kelompok Tani Setya Tani Dusun Krandegan Heri Surachman.

Petani setempat, antara lain menanam kentang, loncang, bawang putih, kubis, dan cabai. Harga panenan terakhir kentang oleh petani setempat Rp5.500, loncang Rp5.000, bawang putih Rp10.000, kubis Rp1.100, cabai rawit merah Rp35.000, dan cabai merah keriting Rp33.000.

Ia menjelaskan petani harus lebih intensif melakukan perawatan benih sayuran yang baru saja ditanam guna mengantisipasi busuk daun.

“Dengan pengobatan yang lebih disiplin dan intensif dengan memakai antijamur, agar tidak terkena busuk daun,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Sedulur Merapi di kawasan Gunung Merapi Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang Parno Sibang mengatakan anggotanya pada umumnya mulai menanam cabai di areal pertanian masing-masing.

“Harga cabai yang kemarin-kemarin sempat tinggi, membuat semangat anggota kami untuk menanam lebih tinggi. Tetapi memang hujan dan mendung, dan kurang panas menjadi hambatan pertumbuhan tanaman. Kami antisipasi serangan ‘pathek’ terhadap tanaman cabai dengan pengobatan lebih intensif,” katanya.(ant/pj)

Advertisements