Home Ekbis Petambak Udang Vaname Pekalongan Terancam Gagal Panen

Petambak Udang Vaname Pekalongan Terancam Gagal Panen

tambak udang

Pekalongan, 7/2 (BeritaJateng.net)- Petambak udang vaname Kota PekaLongan, Jawa Tengah, terancam gagal panen karena bibit udang yang ditebar di lahan tambak terserang virus White Spot Syndrom.

Ketua Kelompok Budi daya Ikan (Pokdakan) Sampang Tigo Degayu, Kota Pekalongan, Bahrudin di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa virus WSSV menyerang bibit udang vaname yang berusia satu hingga dua bulan sehingga mengakibatkan kematian.

“Hampir 60 persen bibit udang vaname yang ditebar di tambak mati. Kami memperkirakan petambak mangalami kerugian hingga Rp500 juta pada siklus panen pertama 2015,” katanya.

Ia mengatakan virus WSSV adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh “White Spot Syndrom Virus” yang menginfeksi organ penting dan menyebabkan kematian pada organisme pada ikan yang diserangnya.

Jenis spesies yang diserang. kata dia, adalah berbagai jenis udang, termasuk udang vaname yang banyak dibudidayakan oleh petani tambak daerah setempat.

Menurut dia, penyebab timbulnya virus itu, antara lain kadar oksigen rendah, terjadi fluktuasi keasaman harian yang besar, rendahnya temperatur air, turun hujan secara mendadak, dan pengelolaan pakan yang kurang baik.

“Memasuki hujan ini, banyak petambak yang merugi, bahkan terancam gagal panen akibat serangan hama dan penyakit,” katanya.

Ia mengatakan untuk mencegah virus WSSV semakin meluas, petambak menaburkan probiotik sebanyak dua hari sekali.

“Yang bisa kami lakukan saat ini, adalah menebar probiotik dua hari sekali untuk memperlambat penyebaran virus. Selain itu, kincir air tambak yang terpasang juga harus dinyalakan 24 nonstop agar sirkulasi air semakin baik, serta penambahan vitamin sebagai nafsu makan udang vaname,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Kota Pekalongan, Aries Sidarcahya mengatakan, budi daya udang vaname memang akan menghasilkan keuntungan yang relatif besar tetapi juga rawan terhadap penyakit.

“Oleh karena itu, kami mengimbau pada petambak rajin menjaga dan merawat bibit udang vaname yang ditebar di tambak sebagai upaya mencegah terserangnya penyakit,” katanya. (ant/BJ)