Home Kesehatan Peserta Pelatihan SAR Dibekali Kemampuan Pionering dan Mountenering

Peserta Pelatihan SAR Dibekali Kemampuan Pionering dan Mountenering

263
0
Peserta Pelatihan SAR Dibekali Kemampuan Pionering dan Mountenering
          KUDUS, 4/3 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 45 mahasiswa latihan bersama Search and Rescue (SAR) di Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (3/3/2018). Setelah sebelumnya dilatih pengenalan dasar SARR selama dua hari, kali ini mereka dibekali kemampuan pionering dan mountenering.
        Pelatihan tersebut diselenggarakan Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 923 Gondo Wingit UMK, M. Ustadhun Agus Andrianto, Komandan Menwa UMK, mengatakan, peserta pelatihan SAR terdiri atas anggota Menwa UMK, Menwa STAIN Kudus, dan utusan dari PMI Kabupaten Kudus.
         Satriyo Yudho, salah satu instruktur, menjelaskan, saat ini semua peserta diajak untuk praktik vertical rescue. ‘’Vertical rescue ini bermanfaat untuk memberikan kemampuan kepada peserta bagaimana proses penyelamatan (evakuasi) korban bencana di ketinggian,’’ katanya.
         Menurut Satriyo, menjadi anggota SAR itu sangatlah berat. ‘’Perlu persiapan fisik dan kemampuan. Kemampuan dimaksud, yaitu paham tentang perlengkapan dan peralatan climbing, serta memahami betul cara pengoperasiannya. Mental juga harus dipersiapkan, karena medan di tempat bencana biasanya sangat berat,’’ ungkapnya.
         Terkait para peserta pelatihan, menurut Satriyo, setelah mengikuti ssesi ini, sudah memiliki cukup kemampuan jika diterjunkan untuk misi penyelamatan atau evakuasi di daerah bencana.
         ‘’Dari pelatihan SAR ini, para peserta sudah cukup memiliki kemampuan dasar SAR yang cukup baik, sehingga siap untuk membantu misi kemanusiaan di wilayah bencana jika dibutuhkan,’’ lanjutnya menambahkan.
         M. Ustadhun Agus Andrianto, mengutarakan, pelatihan SAR digelar sebagai upaya Menwa di Kampus UMK ini mengaktifkan kembali SAR Menwa Gondo Wingit. ‘’Harapannya, setiap periode ada pelatihan khusus untuk SAR pada periode selanjutnya. Kalau memang dimungkinkan dan dapat restu dari pimpinan UMK, Menwa juga siap menjadi relawan BPBD maupun tim SAR Kudus,’’ ujarnya.
        Siti Fatmah, anggota Menwa Satuan 954 Yudhagama STAIN Kudus yang menjadi salah satu peserta pelatihan, mengaku pelatihan SAR yang diikutinya sangat seru, walaupun capek tak bisa ditolak.
         ‘’Dari beberapa hari pelatihan, yang paling berkesan mengikuti praktik pionering dan mountenering ini. Jadi memiliki wawasan soal bagaimana evakuasi korban di wilayah bencana,’’ katanya yang menegaskan dirinya juga siap jika ada kesempatan bergabung menjadi relawan BPBD maupun tim SAR.
         Hal senada disampaikan Tika Sri Lestari. Anggota Menwa UMK ini menilai, mengikuti pelatihan SAR ini sangat menantang. ‘’Kalau ada pelatihan lanjutan, Saya tertarik juga ikut lagi, untuk memperdalam,’’ tuturnya. (El)