Home Hiburan Pertunjukan Kesenian Hiburan Selama Ramadhan

Pertunjukan Kesenian Hiburan Selama Ramadhan

Tarian Jelantur

Semarang, 28/6 (BeritaJateng.net) –
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar kesenian rakyat di depan klinik MAJT Jalan Gajah Raya Semarang. Kesenian rakyat ini merupakan putaran ke empat di bulan ramadhan.

Kepala Seksi Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Tengah Agung Kristianto mengatakan, pertunjukan kesenian Jawa Tengah dalam setahun ada 24 kali. Setiap akhir pekan diadakan di ruang publik.

“Ditujukan kepada masyarakat umum dengan tujuan sebagai etalase,  memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat. Terutama kesenian-kesenian yang dapat dikatakan ‘hidup segan mati tak mau’. Sehingga kami ingin mengangkat kembali agar masyarakat tahu, dikenal atau istilahnya turut serta untuk melestarikan kesenian yang ada di Jawa Tengah,” jelasnya.

Menampilkan kesenian yang ada di 35 kabupaten kota.  Disbudpar ingin mengangkat kesenian tradisional. Setiap bulan diadakan empat kali pertunjukan seni dan pada tiap pertunjukkan menampilkan 2 tarian.

Mulai dari bulan Juli 2014 sampai November 2015. Setiap minggunya menampilkan kesenian yang berbeda-beda, yang jelas pihaknya akan mengangkat kesenian tradisional tetap eksis di Jawa Tengah.

“Seperti Tari Jelantur dari Kabupaten Boyolali dan Tari Reog yang ditampilkan hari ini, Sabtu (27/06/2015). Setiap penari diberikan waktu sekitar 2 jam untuk menampilkan tariannya,” tambahnya.

Sugiyanto, pengasuh seni reog dari Dusun Nerawan, Getasan Kabupaten Semarang pun mengungkapkan bahwa kegiatan ini didorong oleh Dinas Pariwisata untuk menyemarakkan kesenian tradisional Jawa Tengah.

Uniknya tari reog ini ada singo barongnya, jogednya pun lain dengan reog yang ada di Jawa Timur.

“Ada ceritanya, setelah reog ini datang ke Dusun Nerawan ada ratu Kelana Dewa dan Prabu Kala Buka sama-sama mencari calon istri dan di tengah jalan terjadi perang tanding.  Prabu Kala Dewa dikalahkan oleh Singo Barong. Jumlah total personil pada tarian reog ada 50 orang,” ungkapnya.

Tidak ketinggalan, penonton Trica Lestari Ulfa yang merupakan Mahasiswa UPGRIS pun ikut menyaksikan kesenian tradisional tarian Jelantur dan Reog.

Menurutnya, dari temanya sudah menarik. Ada tarian reog, semoga penontonnya ingin mencoba menari tradisional.

“Panca Indera kita digunakan semua, mulai dari penglihatan, pendengaran dari pesan tarian yang sifatnya edukasi. Pertunjukan yang bukan pertengkaran namun juga hiburan sebelum berbuka puasa dari kesenian rakyat Jawa Tengah,” 0tuturnya. (BJT01)