Home Ekbis Pertumbuhan Bank Syariah Melambat, Namun Kuat

Pertumbuhan Bank Syariah Melambat, Namun Kuat

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, 22/1 (Beritajateng.net) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa pertumbuhan perbankan syariah melambat namun memiliki ketahanan modal yang kuat.

“Pada periode 2014 hanya tumbuh sekitar 12,4 persen, lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 24,2 persen,” kata anggota komisioner OJK Mulya E. Siregar di Jakarta, Kamis.

Kuatnya perbankan syariah, katanya, bisa dilihat dari rasio kebutuhan penyediaan modal minimum (CAR) yang meningkat menjadi 15,18 persen dari sebelumnya hanya 14,4 persen.

“Jadi walaupun perbankan syariah mengalami pertumbuhan yang lambat, tapi secara umum ketahanan modalnya lebih baik,” katanya dalam acara perjanjian kerja sama antara Bank Danamon Syariah dan ITFC.

Melambatnya pertumbuhan itu dipengaruhi keadaan makro-ekonomi yang banyak menghadapi tantangan, dan adanya sejumlah konsolidasi internal bank syariah untuk memperbaiki strategi bisnis.

Ia berharap industri perbankan syariah dapat tumbuh lebih baik dan diproyeksikan asetnya dapat tumbuh hingga 17,96 persen pada 2015.

Mulya berpendapat bahwa perkembangan bank syariah yang baik berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional yang sehat.

“Di tahun ini OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 16,46 persen. Kami pandang ini cukup memadai untuk mencapai laju pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia juga berharap perbankan meningkatkan pembiayaan pada sektor produktif yang bisa menciptakan lapangan kerja, termasuk pada sektor perdagangan dan investasi.(ant/Bj02)