Home Ekbis Pertamina Tingkatkan Penjualan Gas Non Subsidi

Pertamina Tingkatkan Penjualan Gas Non Subsidi

96
0
Pertamina Tingkatkan Penjualan Gas Non Subsidi
           Semarang, 1/11 (BeritaJateng.net) – Pertamina Region IV Jateng-DIY akan menargetkan penjualan  elpiji 5,5 Kilogram di wilayah Jateng-DIY hingga 47.000 ton sampai akhir tahun.
           Assistant Manager Domestic Gas Marketing Operation Pertamina Region IV Jateng-DIY, Anggora Dini mengatakan meski penjualan elpiji itu sudah disebarkan sebanyak mungkin, namun masih terdapat masyarakat yang mengeluhkan kesulitan memperoleh tabung gas berwarna pink.
          Hingga periode September 2017 lalu, tercatat sekitar 17.039 ton elpiji untuk elpiji 5,5 kg sudah terjual dan angka ini bakal terus ditingkatkan.
            “Tidak ada pengurangan elpiji 3 kg, karena masih bergantung kuota, sehingga tak ada kaitannya dengan penjualan 5,5 kg. Diharapkan penggunaan elpiji nonsubsidi akan meningkat,” ujarnya di Semarang.
             Dengan penggunaan elpiji nonsubsidi 5,5 kg itu, dia menambahkan diharapka bisa mengurangi volume elpiji subsidi, sedangkan hingga saat ini  distribusi juga lebih banyak disebarkan di wilayah perkotaan.
            “Harga di tingkat agen mencapai Rp 57.500 dan di outlet sebesar Rp62.000 per tabungnya,” tuturnya.
            Kepala Dinas ESDM Jateng, Teguh Dwi Paryono menuturkan muncul keluhan kelangkaan elpiji 3 kg belakangan semakin banyak, Namun setelah dievaluasi bukanlah sebuah kelangkaan, tetapi lebih kepada peralihan musim kemarau yang membuat petani menggunakan gas melon itu untuk mengangkat pompa.
Pertamina Tingkatkan Penjualan Gas Non Subsidi

Hal ini, kata Teguh, penggunaan elpiji subsidi itu tidak sesuai dengan ketentuan Perpres mengenai penggunaan elpiji bersubsidi. Kuota di Jateng sendiri sebanyak lebih dari 311 juta tabung dan sudah terserap hampir 70%.

           ”Di Jateng tidak ada kelangkaan, tetapi penyempurnaan distribusi dan rantai distribusi seharusnya selesai di pangkalan. Semangatnya adalah, jangan membakar minyak tanah, faktanya ibu-ibu kaya masih menggunakan bahan bakar itu,” ujarnya.
            Menurutnya, ada  600.000 Kepala Keluarga di Jateng yang berhak menggunakan elpiji 3 Kg subsidi, sedangkan untuk kuota belum masuk dalam database kemiskinan. (Nh/EL)